KurangiResiko, Wujud Nyata Perangi Sampah Plastik

300 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Vokalis band Navicula, Gede Robi Supriyanto, tak henti-hentinya menggaungkan gerakan memerangi sampah plastik. Semangat ini terus digelorakan, termasuk dalam gerakan sosial bertajuk #KurangiResiko di Tabanan, Sabtu (28/9).

“Selain mengotori alam Bali, sampah plastik membutuhkan waktu yang lama untuk terurai, dengan mengurangi penggunaan plastik, risiko yang ditimbulkan terhadap lingkungan pun akan berkurang,” katanya.

Mewujudkan hal tersebut, semua elemen masyarakat bisa dan harus mengambil peran. Kontribusi langsung mengurangi risiko sampah plastik dapat ditempuh dengan cara sederhana, dimulai daei kehidupan sehari-hari. “Dalam kegiatan itu, selain mengurangi sampah plastik contoh lain yang kami serukan adalah ajakan diwajibkan menggunakan sabuk keselamatan dalam menyetir mobil untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Konsep ini yang kita namakan pengurangan risiko, yang bertujuan meminimalkan dampak negatif dari suatu aktivitas maupun perilaku,” jelasnya.

Dalam mengurangi risiko pencemaran lingkungan, pegiat lingkungan yang belum lama ini membuat film Pulau Plastik ini turut mengajak untjk meminimalisir risiko polusi udara yang berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor, pembakaran sampah, hingga asap rokok. Menurutnya, jika polusi udara ini tidak diatasi secara serius, dipastikan dapat mengganggu kenyamanan hidup manusia.

“Cara (mengurangi kerusakan lingkungan) adalah dengan menggunakan produk alternatif yang lebih baik, seperti tas belanja yang dapat berulang kali, sedotan dari bambu, maupun produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan atau rokok elektrik. Jadi, kami mengajak teman-teman untuk terus menjaga kelestarian alam dan kebudayaan melalui penggunaan produk-produk alternatif demi terwujudnya Bali Bersih,” terangnya.

Gerakan sosial #KurangiResiko di Tabanan turut didukung Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Ketut Suryadi. Menurutna herakan ini merupakan bentuk kontribusi nyata merealisasikan Bali bersih sampah plastik.

Mantan Bupati Tabanan ini turut mengajak masyarakat untuk segera beralih menggunakan produk-produk alternatif, yang merupakan hasil pengembangan inovasi. “Agar masyarakat mau beralih menggunakan produk alternatif yang ramah lingkungan dan kesehatan, Pemprov Bali perlu memberikan dukungan terhadap industri-industri kreatif, yang menghasilkan inovasi serta teknologi. Dukungan ini akan memacu industri-industri tersebut untuk berkreasi sehingga kehadiran mereka semakin memberikan manfaat nyata bagi alam dan masyarakat Bali,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, Made Yasa, menambahkan jajarannya berkomitmen mendukung pengembangan industri kreatif yang selaras dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat Bali. Dukungan ini tidak hanya bagi industri berbasis sumber daya alam dan budaya. Tetapi juga diberikan bagi produk berbasis inovasi serta teknologi.

“Berbagai industri kreatif yang berbasis inovasi dan teknologi memilki ruang berkembang. Selain mampu menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi terhadap perekonomian, produk tembakau alternatif turut membantu dalam mengurangi permasalahan polusi udara, sehingga memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Tabanan,” ucapnya.

Selain di Tabanan, gerakan sosial #KurangiResiko yang digagas Komunitas Malu Dong telah dilakukan di kawasan Sanur dan Karangasem. Pada Juni 2019 lalu, gerakan tersebut secara khusus menempatkan area khusus merokok di 10 titik di kawasan Pantai Sanur. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.