Kupas Kearifan Naskah Lontar, Pusat Kajian Lontar Unud Terbitkan Prabajnana

Ketua Pusat Kajian Unud, Dr. Ida Bagus Rai Putra, M. Hum, menunjukkan buku "Prabajnana: Mozaik Kajian Pustaka Lontar Universitas Udayana" terbitan Pusat Kajian Lontar Unud.
Ketua Pusat Kajian Unud, Dr. Ida Bagus Rai Putra, M. Hum, menunjukkan buku "Prabajnana: Mozaik Kajian Pustaka Lontar Universitas Udayana" terbitan Pusat Kajian Lontar Unud.
1,110 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana (Unud) menerbitkan buku “Prabajnana: Mozaik Kajian Pustaka Lontar Universitas Udayana”. Buku yang secara khusus menyajikan kajian lontar-lontar warisan leluhur ini merupakan buku keempat yang diterbitkan selama kurun waktu empat tahun terakhir.

Ketua Pusat Kajian Lontar Unud, Dr. Ida Bagus Rai Putra, M. Hum, saat ditemui di Pusat Kajian Lontar Unud, Jalan Pulau Nias No.13 Denpasar, Selasa (26/11) siang mengatakan buku tersebut berisi 14 buah tulisan kajian naskah lontar. Tulisan-tulisan tersebut merupakan buah karya para oleh dosen, peneliti, maupun alumni Universitas Udayana yang menekuni studi di bidang pernaskahan lontar.

“Buku Prabajnana hadir sebagai wahana perekam sistem pengetahuan yang ada dalam pustaka lontar. Diharapkan kehadirannya dapat membuka cakrawala kita tentang pentingnya lontar sebagai sumber literasi Bali,” katanya.

Dari 14 tulisan yang disajikan, sebagian besar menyatakan tentang sistem pengetahuan Bali yang sarat nuansa holistik-magis. Tulisan-tulisan yang bernuansa holistik-magis itu diantaranya tulisan berjudul “Teks-teks Lontar sebagai Acuan dalam Budaya Bercocok Tanam Padi Secara Holistik” kajian I Wayan Suardiana, “Penggunaan Kata Magis dalam Mantra Lontar Pangujanan” oleh Sri Jumadiah, “Kisah Pemuja dan Penjelajah Sarisa dalam Lontar Bali” oleh Putu Eka Guna Yasa, “Lontar Usada Patengeran Wong Agering: Ilmu Diagnosis Klasik Khas Balu Berbasis Ekologi” oleh Made Reland Udayana Tangkas dan Putu Reland Dafincy Tangkas, dan tulisan berjudul “Fungsi Pohon Dapdap dalam Beberapa Teks Lontar Usadha” oleh I Made Wijana.

“Kajian berbasis pada teks usada salah satunya sangat penting untuk kita ketahui. Sistem pengetahuan usada di Bali selalu berkaitan dengan sisi magis, misalnya jika ada orang yang sakit, penanganan oleh balian usada biasanya terlebih dahulu dilakukan dengan memohon petunjuk secara niskala. (Seorang) balian akan memohon, apakah orang yang sakit diizinkan diobati atau tidak, agar tidak melawan kodrat alam,” jelas akademisi Sastra Bali ini.

Selain tulisan-tulisan yang bersifat holistik-magis, tulisan-tulisan bernafas sejarah yang bersumber dari teks-teks babad juga dapat ditemui dalam buku tersebut. Dua tulisan bernafas sastra-sejarah diantaranya tulisna berjudul “Peran Sirarya Kubon Tubuh Memunculkan Trah Adipati Majapahit dan Zaman Gelgel” buah pikir IB Rai Putra, dan tulisan berjudul “Menelusuri Jejak-jejak Dalang Tangsub dari Bongkasa” karya Luh Putu Puspawati.

Selain dua tema tersebut, juga ada tulisan-tulisan yang bernafaskan etis seperti nilai-nilai pendidikan, nilai ketuhanan, maupun nilai sosial. “Kami berupaya terus konsisten menerbitkan buku-buku kajian pustaka lontar dengan tujuan nilai-nilai yang dikandung oleh warisan kebudayaan kita dapat dinikmati secara luas, tidak hanya tersimpan dalam laci. Bagi masyarakat yang berminat dengan buku ini bisa datang ke Pusat Kajian Lontar Unud. Kami berikan secara cuma-cuma, hanya saja jumlah cetaknya memang terbatas,” terangnya.

Hingga saat ini, Pusat Kajian Lontar Unud mengkoleksi lebih dari 900an cakep lontar. Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 150an koleksi digital yang didapatkan di masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 20 persen dari jumlah tersebut telah teralihaksara dan beberapa diantaranya sudah dialihbahasakan.

“Kami di Pusat Kajian Lontar Unud juga secara rutin terjun ke masyarakat melakukan pengabdian. Bila ada masyarakat yang membutuhkan konservasi (perawatan) lontar, alihaksara, atau alihbahasa bisa menghubungi kami, termasuk jika ada yang berkeinginan menitipkan lontar warisan lelihurnya di Pusat Kajian Lontar Unud, pintu akan dibuka lebar,” pungkas Rai Putra. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.