Kunjungan Wisatawan Cina Terganti Wisatawan Domestik di Pantai Melasti

Salah satu lekukan di pantai melasti yang menjadi lokasi spot foto
1,394 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Kendati digoyang virus Corona yang merebak di negara Tiongkok, kunjungan wisatawan ke pantai Ungasan masih tetap stabil. Hal tersebut dikarenakan kekosongan kunjungan wisatawan Cina, pasca penghentian sementara penerbangan dari dan ke negara cina daratan, kini terisi oleh kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan eropa. “Memang kunjungan wisatawan Tiongkok sangat terasa penurunannya ke Pantai Melasti. Tapi kunjungan wisatawan domestik dengan paket tour bus ini yang meningkat. Jadi kekosongan wisatawan Cina kini tercover kunjungan wisatawan domestik, “terang Kepala Operasional Baga Utsaha Manunggal Desa Adat (Bumda) Ungasan, Wayan Yadnya.

Dipaparkannya, kunjungan wisatawan ke pantai Melasti biasanya mencapai 2000 wisatawan perhari. Dimana wisatawan Tiongkok mendominasi sekitar 20 persen dari total jumlah kunjungan tersebut. Namun pasca virus corona, kondisi kunjungan menurun menjai 1000 kunjungan perhari. Wisatawan tersebut dominan adalah wisatawan tiongkok yang mengalami penurunan total 40-50 persen. “Penurunan tersebut terjadi sejak bulan Pebruari, tepatnya saat merebaknya isu Corona di negeri tirai bambu,”jelasnya.

Kendati kunjungan wisatawan masih stabil, namun pemasukan dari pantai melasti diakuinya menurun. Hal itu lantaran pantai melasti yang selama ini digandrungi sebagai tempat foto prewedding oleh wisatawan Cina, kini mengalami penurunan untuk aktifitas tersebut. Padahal pemasukan dari foto prewedding tersebut cukup tinggi dibandingkan kunjungan biasanya. Penurunan kunjungan foto prewedding tersebut diakuinya membuat penurunan pendapatan mencapai belasan juta rupiah. “Biasanya untuk paket foto prewedding itu perhari mencapai 10-30 pasang. Tapi sekarang cuma mancapai 5 pasang, bahkan pernah kosong,”ungkapnya.

Kondisi tersebut tidak dipungkiri oleh Ketua Pengelola Pantai Melasti, Wayan Karnawa. Pihaknya berharap kondisi saat ini bisa cepat membaik, sehingga kunjungan wisatawan Cina bisa kembali normal. Terlebih lagi pemasukan dari pantai melasti merupakan tulang punggung dari Desa Adat Ungasan, dalam upaya menjaga keharmonisan hubungan Tri Hita Karana dan keajegan desa adat Ungasan. “Kami harap dengan apa yang telah dilakukan pemerintah, itu bisa membuat pariwisata Bali bisa semakin menggeliat. Sebab sektor pariwisata juga merupakan salah satu pemasukan tertinggi negara,”imbuhnya.

Sementara Kadisparda Badung, Made Badra menerangkan dari bulan pebruari hingga april 2020, tingkat hunian hotel di Badung mengalami penurunan mencapai 50 persen. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya. Dimana tingkat hunian hotel di Badung saat rata-rata berkisar 30 persen. Untuk membuat kunjungan wisatawan semakin bergairah, pihaknya berharap pemerintah bisa menggelar berbagai event di Bali. Terlebih lagi potensi wisatawan domestik juga menjanjikan, hal itu berkaca dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.