Kripik Gonda, Racikan  Rumahan di Masa Pandemi Patut Dicoba

Tim PKM Undhira foto bersama Ni Made Ayu Suniasih usai pelatihan
Tim PKM Undhira foto bersama Ni Made Ayu Suniasih usai pelatihan
296 Melihat

DENPASAR, POS BALI –  Pandemik Covid-19 berdampak pada perekonomian masyarakat. Untuk itu, masyarakat dituntut kreatif melakukan inovasi yang mampu menghasilkan pendapatan.

Salah satu jenis usaha yang dapat dijadikan usaha di masa pandemik ini adalah olahan gonda.

Kegiatan ini dilakukan  tim dosen  dari  Undhira yakni I Gusti Ayu Wita Kusumawati, S.Si., M.Sc, Ni Wayan Nursini, S.TP., MP, Putu Wida Gunawan, S.Si., M.Cs dan Ida Bagus Agung Yogeswara, S.TP., M.Sc serta dibantu dua mahasiswa, I Made Putra Pradnyana dan Hilda Florensia Umbu.

Ketua tim, I Gusti Ayu Wita Kusumawati menjelalaskan, keripik gonda dapat dijadikan sebagai usaha di masa pandemi. “Keripik yang dihasilkan oleh Ibu Ayu memiliki rasa yang enak dan kriuk, tetapi masih sebatas rasa original”, kata Ayu Wita di Denpasar, Selasa (11/8/2020)

Keripik gonda ini belum memiliki nama, namun oleh tim PKM diberi nama “Gotik” yang merupakan singkatan dari Gonda Timpag Kriuk.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat, olahan gonda di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan merupakan Hibah DRPM Kemenristek/BRIN tahun 2020, Universitas Dhyana Pura (Undhira) melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap usaha keripik gonda milik Ni Made Ayu Suniasih di desa Timpag, pada hari Minggu (9/8/20).

Menurut Ayu Wita Pandemi Covid19 tidak menyurutkan semangat Made Ayu dan karyawan berlatih selama pendampingan. Kegiatan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Produk yang dihasilkan telah dipasarkan lebih luas melalui media sosial dan konsumen dapat mengunjungi website Gotikbali.my.id/web untuk melihat inovasi olahan gonda yang terbaru” kata Gusti Ayu Wita.

“Produk keripik gonda juga dapat dibeli melalui toko online” katanya lagi. Pada kegiatan ini tim PKM juga memberikan bantuan alat berupa vacum frying, spinner, timbangan digital dan sealer.

“Dengan pemberian alat-alat ini diharapkan dapat meningkat kualitas dan kuantitas produksi serta omzet bagi usaha Ibu Ayu” kata Wita.

Kegiatan pendampingan dilakukan melalui program inovasi olahan gonda, personal hygiene dan sanitasi, keselamatan kerja, sosialiasi pendaftaran PIRT serta e-commerce.

Dalam tahapan pendampingan ini, Made Ayu dan para karyawan  berhasil melakukan inovasi keripik gonda dengan menambah varian rasa balado, barbeque, keju dan jagung manis serta menghasilkan puding gonda.

“Keripik yang dihasilkan bervariasi rasa, produksi makin meningkat setiap hari dan kemasan pun kini menarik”, kata Made Ayu.

Karyawan juga mendapatkan pendampingan e-commerce untuk menyebarluaskan area pemasaran. “Sekarang reseller saya semakin banyak”, katanya

“Saya senang dan bangga dengan bantuan yang diberikan dosen-dosen Undhira. Omzet saya menjadi meningkat”, kata Made Ayu.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berlangsung berkesinambungan agar industry rumah tangga dapat berinovasi dan berkembang. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.