KPBU Badung Masih Tahap Market Sounding

ist/ gambaran salah satu titik jalan lingkar kuta selatan
1,331 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Upaya pembangunan saluran Jaringan Utilitas Terpadu (JUT) Bawah Tanah dan Jalan Lingkar Kuta Selatan, yang diajukan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP), masih pada tahapan market sounding (penawaran). Setelah tahap tersebut terselesaikan, maka selanjutnya hal itu akan berproses ke tahapan Tender. Dimana tahap tender sendiri diperkirakan akan masuk di bulan Juli 2020, untuk mencari harga yang paling bagus, konsep yang paling bagus dan clean construction. Diperkirakan proyek KPBU tersebut akan mulai dikerjakan tahun 2021 dan diperkirakan rampung di tahun 2024. “Kami harap proses ini berjalan lancar sesuai rencana, sehingga bisa dipergunakan di tahun 2024 mendatang,”ujar Kadis PUPR kabupaten Badung, IB Surya Suamba, belum lama ini.

Dipaparkannya KPBU dilakukan untuk mempercepat pembangunan insfrastruktur, ditengah keterbatasan pembiayaan yang ada. Yaitu dengan melibatkan peran swasta untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan. Proses KPBU ditempuh melalui beberapa mekanisme yang sudah ada, dimana proses tender akan dilakukan tender internasional. Bagi kabupaten Badung, konsep KPBU ini dilakukan untuk pertama kalinya. Konsep KPBU yang ditawarkan kabupaten Badung adalah availability payment atau penyediaan pelayanan. Dimana proses pembayarannya itu dilakukan mencicil selama 15 tahun masa konsesi, setelah kontraktor pemenang membangun dan sudah terlayani. “Dengan proses seperti ini, maka beban pemerintah dan masyarakat akan menjadi ringan. Karena prosesnya dicicil, tapi manfaatnya sudah diterima di depan. Jadi multi player efek pembanguan infrastruktur terhadap ekonomi itu sudah mendahului, padahal proyek itu ibaratnya belum lunas,”papar mantan Plt Kadis LHK Badung ini.

Konsep pembangunan melalui KPBU dijelaskannya, merupakan konsep pembangunan yang dilakukan di negara-negara modern, dengan tanpa menggunakan APBN. bagi Indonesia, konsep KPBU sangat pesat dilakukan di era pemerintahan Presiden Jokowi. Seperti halnya pembangunan seluruh jalan tol di era Presiden Jokowi, Satelit Palapa Ring, Fiber optik yang menghubungkan seluruh Indonesia dan lain sebagainya. Hal itulah yang diadopsi pemerintah kabupaten Badung, untuk merealisasikan saluran utilitas terpadu bawah tanah dan jalan lingkar Kuta selatan. Termasuk kedepan rencana pengadaan sarana transportasi masa modern.

Untuk membangun jalan Lingkar Kuta Selatan, Pemkab Badung memerlukan investasi senilai Rp 7,97triliun. Setelah 2 tahun selesai dibangun, maka Pemkab Badung diwajibkan membayar cicilan sebesar Rp 390 milyar pertahun selama 15 tahun. Termasuk untuk apek yaitu biaya pembangunan dan opek yaitu biaya pemeliharaan (selama 15 tahun). Sedangkan untuk utilitas terpadu bawah tanah, Pemkab Badung memerlukan investasi sebesar Rp 1,055 Triliun, dengan masa konsesi selama 15 tahun dan cicilan pertahun sekitar Rp 150 milyar. “Total investasi pertahun yang diperlukan untuk 2 proyek tersebut itu Rp 350 milyar ditambah Rp150 milyar. Jadi anggaran yang wajib di poskan Pemkab Badung itu selain pendidikan 20 persen dan kesehatan 10 persen, juga untuk pencicilan KPBU itu,”jelasnya.

Terkait mekanisme KPBU, diakuinya ada beberapa penyesuaian masterplan yang dialami dalam pembangunan jalan lingkar Kuta Selatan. Seperti batalnya pembuatan jalan dipinggir pantai dan beralih menggunaan lahan ditengah-tengah. Pengurangan jumlah terowongan, yang semula 2 kemudian kini menjadi hanya 1 terowongan dengan jarak diperpendek menjadi 1-2 km. Sementara untuk utilitas terpadu itu tetap, dengan daerah prioritas pembangunan yaitu Kuta, Kuta Selatan dan Kuta Utara di jalan protokol kabupaten. “Untuk pembebasan lahan jalan lingkar selatan sebagain lahan sudah dibebaskan, setengahnya lagi dikerjakan secara pararel. Yaitu tahun 2021 akan dilanjutkan dibebaslan, sambil pengerjaan konstruksi,”imbuhnya. GAY

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.