Koster Berdayakan ASN Sosialisasikan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’

Gubernur Koster tampak berfoto bersama seusai pencanganan
661 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Visi Pembangunan Daerah Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, perlu disosialisasikan ke masyarakat luas agar dipahami dan dapat dilaksanakan sampai desa/kelurahan dan desa adat. Untuk itu, Gubernur Bali Wayan Koster memberdayakan pegawai ASN dan non-ASN di luar profesi guru SMA/SMK.

Sebanyak 12.106 orang pegawai dibentuk menjadi Tim Desa Kerti Bali Sejahtera (KBS), yang dikelompokkan berdasarkan asalnya dari desa/kelurahan dan desa adat yang ada di seluruh Bali.

Tim Desa KBS diberdayakan untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan Provinsi Bali melalui gerakan semesta berencana membangun bali dari desa. Tim Desa KBS bertugas sebagai mediator dan fasilitator, serta mensosialisasikan, mengedukasi, mendampingi, memberdayakan, dan bekerjasama dengan para pihak guna mempercepat pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali di desa/kelurahan dan desa adat.

“Menghadirkan ASN dan non-ASN di tengah-tengah masyarakat untuk membumikan kebijakan dan program sebagai implementasi visi Pembangunan Daerah Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ guna mewujudkan prinsip Trisakti Bung Karno di tingkat desa/kelurahan dan desa adat,” kata Koster saat pencanangan pelaksanaan program Desa Kerti Bali Sejahtera di Desa Selabih, Selemadeg Barat, Tabanan, Sabtu (16/10).

Dijelaskan, tujuan khusus membentuk tim ini, para pegawai Pemerintah Provinsi Bali berperan langsung dan aktif di tengah-tengah masyarakat melaksanakan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, berinteraksi sosial dengan masyarakat dan perangkat desa untuk menggali informasi tentang potensi dan permasalahan di desa, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan pemerintah Provinsi, mengidentifikasi hambatan pembangunan, memfasilitasi/mencarikan alternatif penyelesaian masalah pembangunan di desa/kelurahan dan desa adat.

Dikatakan, Tim Desa KBS berkewajiban memahami secara utuh produk hukum, kebijakan dan program. Di antaranya program pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub Nomor 47 Tahun 2019 dengan slogan “Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain”. Pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai sesuai Pergub Nomor 97 Tahun 2018 dengan slogan “Desaku Lestari Tanpa Sampah Plastik”. Percepatan pelaksanaan program pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut sesuai Pergub Bali Nomor 24 Tahun 2020 dengan slogan “Airku Bersih Hidupku Sehat”.

Dia menambahkan, Tim Desa KBS memfasilitasi kebutuhan pelaksanaan program secara swadaya dengan bergotong-royong dari warga desa/kelurahan dan desa adat, serta pihak lain.

Mengadakan pertemuan secara rutin yang melibatkan perbekel, lurah, bandesa adat, dan tokoh masyarakat, serta warga desa. “Setiap pertemuan tidak boleh membebani APBDes dan desa adat,” tegasnya.

Wayan Koter juga mengungkapkan, Tim Desa KBS juga menumbuhkembangkan perekonomian desa/kelurahan dan desa adat dengan memfasilitasi warga desa untuk mengembangkan kelembagaan usaha perekonomian sesuai potensi wilayah. Kelembagaan usaha perekonomian desa dalam menangani usaha di Bidang. Memfasilitasi permodalan usaha perekonomian melalui KUR, pinjaman lunak, dan program Pemerintah lainnya. Dan memfasilitasi akses pemasaran dan promosi hasil usaha perekonomian desa secara konvensional dan digital.

“Saya minta Tim Desa Kerti Bali Sejahtera agar melaksanakan tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab, tertib dan disiplin, serta bekerja dengan fokus, tulus, dan lurus. Gubernur sangat berharap bupati/wali kota ikut berperan aktif dalam pelaksanaan program ini, mengingat keberhasilan pelaksanaan program ini sesungguhnya menjadi bagian dari pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.