Korupsi, Mantan Bendahara Setda Provinsi Bali Ditahan

Setelah menjalani proses tahap dua di Kejari Denpasar, tersangka I Wayan Widantara SP langsung diborgol dan digiring masuk ke mobil tahanan.                     
554 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Mantan Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah (Setda) Propinsi Bali, I Wayan Widiantara SP, resmi ditahan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Pria berusia 58 tahun ini ditahan usai menjalani tahap II, pelimpahan tersangka dan barang bukti   dari penyidik Polda Bali ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Selasa (5/1/2021) siang.

Mantan Bendahara ini ditahan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan saat masih menjabat yakni penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan dalam pengelolaan atau penyimpangan pada pelaksanaan dan penatausahaan Belanja Anggaran Daerah di Setda Propinsi Bali tahun 2016.

“Tersangka kami tahan untuk 20 hari kedepan dan sementara dititip di Rutan (rumah tahanan) Polda Bali.  Sesuai dengan protokol kesehatan, tersangka sudah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif. Tersangka ketika proses penyidikan di Polda Bali tidak ditahan,” jelas salah seorang tim JPU, Agus Sastrawan.

Ditanya dugaan korupsi yang dilakukan tersangka kelahiran Yehembang 28 Nopember 1961 itu, Jaksa yang mantan Kasi Intel Kejari Denpasar ini menjelaskan, tersangka denga kewenangannya sebagai bendahara   melakukan pencairan Upah Persediaan (UP) dan GU tidak berdasarkan kebutuhan biro. Dalam mencairkan seluruh cek anggaran tersebut tanpa persetujuan Pengguna Anggaran dan tidak menyetor ke kas daerah.

Dari hasil audit, dana UP tahun 2016 yang digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi senilai Rp3.016.910.629.  Tidak hanya itu, tersangka juga diduga menggunakan dana UP tahun 2016 untuk membayar ketekoran kas tahun 2015 Rp 455.660.550 sehingga tidak sesuai dengan peruntukannya. tersangka menggunakan dana UP untuk BOP KDH Rp 1.545.440 dengan cara membeli lebih dalam pembayaran panjar biaya penunjang KDH.

“Perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 3,4 miliar lebih,” ungkap Jaksa Agus Sastrawan.

Tersangka Widiantara dinilai dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Informasi yang diperoleh, dalam menilep dana anggaran belanja di Setda Propinsi Bali ini, tidak hanya Wayan Widiantara tetapi masih ada tersangka lain yang masih menjalani proses penyidikan di Polda Bali. 009

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.