Komunitas Kampoeng Alor Bantu Warga Kedukaan

Komunitas Kampoeng Alor Bantu Warga Kedukaan
72 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Komunitas Keluarga Kampoeng Alor Bali hadir untuk membantu warga asal Kabupaten Alor, NTT yang mengalami kedukaan. Khususnya bagi warga yang belum masuk ke dalam organisasi resmi.

“Kami hadir untuk membantu warga asal Alor yang mengalami kedukaan. Seperti kesulitan dalam pembiayaan rumah sakit, hingga mengurus warga yang mengalami kedukaan,” kata Ketua Keluarga Kampoeng Alor Bali, Musa Tami Liubana, Denpasar, Kamis (1/7).

Dikatakan, Komunitas Keluarga Kampoeng Alor ini sudah ada sejak lima tahun lalu, tepatnya di bulan Agustus tahun 2016. “Kami telah bergerak membantu warga Alor yang tertimpa kedukaan,” tegasnya.

“Pada dasarnya kami tidak menginginkan adanya kedukaan, tapi jika ada warga yang belum terdaftar di organisasi resmi tertimpa musibah, maka kami bergerak,” imbuhnya.

Gerakan itu, kata dia, berupa pengumpulan bantuan melalui sumbangan yang ditransfer ke rekening.

“Ini dilakukan secara spontanitas. Ketika ada kedukaan khususnya warga yang tercecer, maka kami sampaikan melalui WhatsApp grup dan juga via grup Facebook,” bebernya.

Dia menambahkan, selama lima tahun lebih sejak komunitas ini berdiri, responnya sangat bagus. Anggota dengan sukarela mengirimkan bantuan.

“Jadi dana punia, kerelaan masing-masing anggota itu kami kumpulkan. Kalau memang banyak, ya syukur, berarti bisa membantu,” ujarnya.

Tami menyebutkan, Sekretariat Komunitas Keluarga Kampoeng Alor ini bertempat di Jalan Andakasa, Gang Matahari IV Nomor 5, Padangsambian, Denpasar Barat. Sekretariat ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin datang untuk berbagi maupun berkeluh kesah.

Selain di Bali, lanjut karyawan senior di ITB STIKOM Bali itu, komunitas ini juga memiliki anggota di seluruh Indonesia dan bahkan hingga luar negeri. Seperti di Malaysia, Singapura dan Negara Eropa dalam bentuk grup Facebook.

“Kami tidak punya kas. Akan tetapi, begitu dana masuk, kumpulkan dan kami segera menyerahkan kepada warga yang mengalami kedukaan. Ini kami lakukan secara transparan,” pungkasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.