Komoditas Cabai PKU Desa Taro Rambah Pasar Swalayan

Kadis Pertanian dan Ketahananan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana (pakai masker orange), saat meninjau petani di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Kamis (12/11).
118 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahaan Pangan terus berupaya membantu Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) dengan konsep kegiatan dari hulu sampai hilir sesuai dengan komoditas yang dimiliki. Kegiatan PKU pada tahun 2020 berlokasi di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

PKU didukung bantuan dari pemerintah yang diserahkan kepada masyarakat bagi lima kelompok, masing-masing menerima Rp40 juta untuk budidaya dan pengolahan komoditas cabai dan kacang tanah. Tergabung dalam Kelompok Tani Tri Buana Sari yang melibatkan kurang lebih 75 orang anggota yang diketuai I Made Neka.

“Pada saat ini cabai yang dikembangkan sudah mulai panen sejak bulan Juli sampai saat ini masih sedang berproduksi,” ujar Kadis Pertanian dan Ketahananan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, saat meninjau petani di Desa Taro, Kamis (12/11).

Ketua kelompok Made Neka mengatakan produksi cabai PKU telah dipasarkan ke swalayan Tiara Dewata. Di tengah pandemi Covid-19, produksi cabai segar sudah mencapai 200 Kg setiap minggu dengan harga sesuai dengan harga pasar. Bentuk kerja sama pemasaran produk PKU yang menyasar pasar swalayan yang ada di Bali sesuai dengan implementasi pelaksanaan Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Produksi PKU Desa Taro selain dipasarkan pada swalayan, sebagian juga disalurkan ke pasar tradisional serta ada juga yang diolah. Seperti cabai yang sudah lewat matang tetapi belum sempat dipetik dan dipasarkan dalam bentuk segar diolah menjadi cabai kering yang nantinya bisa menjadi bubuk cabai. Pengolahan cabai menjadi cabai kering untuk diolah menjadi produk turunannya adalah salah satu upaya pada saat harga cabai murah.

Selain komoditas cabai yang dibudidayakan seluas 33 Ha, di kawasan PKU Desa Taro juga dihasilkan kacang tanah. Selain dijual segar langsung ke pasar, sebagian ada yang diolah menjadi kacang kulit sangrai. “Apabila ada permintaan akan kacang asin, kelompok juga mempersiapkan produk dalam bentuk kacang asin,” terang Made Neka.

Dalam upaya terus meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya kelompok binaan dalam mengoptimalkan Pergub Pemasaran Produk Pertanian Lokal Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali akan terus melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas dan pemasaran hasil. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.