Koleksi Benda Pelaku Sejarah di Bali Dipamerkan di MPRB, Pengunjung Gratis Masuk

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Adnyana (tengah) meninjau pameran koleksi benda-benda pelaku sejarah di MPRB, Renon, Denpasar, Selasa (10/11).
406 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Menggugah semangat memberi kepada bangsa dan selalu bisa menghayati serta meneladani para pejuang bangsa, UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) menggelar pameran koleksi benda-benda pelaku sejarah. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 20 November 2020 di MPRB, Renon, Denpasar. Pameran menampilkan koleksi benda-benda peninggalan dari 17 pejuang kemerdekaan di Bali.

Para pejuang benda-benda sejarah perjuangannya dipamerkan yakni Anak Agung Gede Anom Mudita, Sagung Ayu Wah, I Gusti Wayan Debes, I Wayan Dipta, I Made Djapa, Ida Bagus Kompyang, Ni Nengah Ngedep, I Made Pugeg, I Gusti Ketut Puja, I Gusti Ngurah Rai, Desak Gede Raka, I Nyoman Sarja Udaya, Ni Wayan Wasih alias Men Suri, I Made Widjakusuma, I Ketut Widjana, I Nengah Wirtha Tamu alias Pak Tjilik, dan I Gusti Bagus Putu Wisnu.

Pemilihan pelaku sejarah dalam pameran ini dilakukan oleh tim kurator Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali. Pemilihan mempertimbangkan perannya dalam perjuangan dan mempertimbangkan benda-benda sejarah yang masih tersimpan. Adapun artefak sejarah yang dipamerkan meliputi foto-foto para pejuang, pakaian yang pernah dikenakannya selama masa perjuangan, senjata, perhiasan, mesin ketik, hingga berbagai penghargaan yang pernah diterimanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Adnyana, menyampaikan, artefak ini sangat penting ditampilkan agar kalangan generasi muda memahami perjuangan kemerdekaan. Pameran benda-benda pelaku sejarah pejuang kemerdekaan ini sangat penting nilainya terlebih momennya bertepatan Hari Pahlawan dan Hari Puputan Margarana. “Sebuah momentum mengajak generasi muda untuk menyaksikan secara langsung keberadaan benda-benda bersejarah ini. Memori visual penting disodorkan kepada generasi muda untuk mereka mengenang supaya dalam sanubarinya tertanam jiwa-jiwa kepahlawanan,” ujarnya.

Adnyana juga mengatakan, pelaksanaan program ini merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Di antaranya berkaitan dengan konsep Jana Kerthi, yakni dalam rangka pembangunan manusia yang sejahtera secara sekala dan niskala. “Pahlawan hari ini sebagaimana amanat Menteri Sosial RI adalah mereka yang siap berjuang dan terus bergerak untuk membangun bangsanya, untuk mengentaskan kemiskinan, melawan radikalisme, dan juga menjaga persatuan kebangsaan,” pungkasnya.

Plt. Kepala UPTD MPRB, I Gede Sridarma, menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini berkaitan erat dengan keberadaan MPRB dalam mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan. MPRB yang berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali memiliki tujuan memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan apresiasi generasi muda untuk menghayati nilai-nilai budaya dan sejarah perjuangan rakyat Bali sebagaimana terdapat dalam diorama di MPRB. Ia mengundang masyarakat mengunjungi pameran ini secara gratis selama hari kerja, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua YKP Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Yudana, mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Bali khususnya Dinas Kebudayaan yang telah menyelenggarakan pameran koleksi benda-benda pelaku sejarah. Putra Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai ini berharap dengan diadakannya pameran ini mampu mengingatkan generasi muda betapa beratnya perjuangan para pahlawan di dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. “Perjuangan kemerdekaan itu tidak mudah didapat, sekarang tugas kita bagaimana menjaganya,” ujarnya.

Yudana menguraikan pentingnya menggelorakan nilai-nilai perjuangan “memberi kepada bangsa dan negara” di era sekarang. Semangat perjuangan itu sangat dibutuhkan seperti ketika pandemi virus Corona saat ini, di antaranya dengan menaati protokol kesehatan. “Hanya untuk menerapkan protokol kesehatan saja, harus dikenakan denda. Lalu di mana kesadaran kita berbangsa dan bernegara? Kalau saja kita bisa segera lolos dari serangan Corona ini, maka selanjutnya kita bisa segera kembali membangun ekonomi,” pesannya. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.