Kolam Tirtagangga Jebol, Warga Diharap Kembalikan Ikan yang Hidup

Akibat hujan lebat yang terjadi Rabu (16/6/2021) malam, salah satu kolam di objek wisata Taman Tirtagangga jebol, dan mengakibatkan kerusakan serta kerugian material.
317 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Bulan Juni identik dengan awal musim kemarau. Namun kini musim tak lagi menentu. Seperti yang terjadi di wilayah Bali timur, khususnya di Karangasem. Hujan deras yang mengguyur wilayah bumi lahar itu, Rabu (16/6/2021) malam sampai Kamis (17/6/2021) dini hari mengakibatkan kerusakan di beberapa wilayah Karangasem.

Salah satunya yakni kolam yang ada di objek wisata Taman Tirtagangga jebol, dan mengakibatkan kerusakan serta kerugian material. Beberapa bagian di objek wiata legendaris kebanggaan Pulau Dewata itu luluh lantak.

Anak Agung Made Kosalya selaku pemilik dan pengelola Taman Tirtagangga menuturkan, kerusakan yang terjadi di salah satu kolam itu mungkin disebabkan oleh tingginya debit air hujan. Namun, dia juga menduga kemungkinan ada faktor lain yang menyebabkan jebol, yakni rembesan air dari saluran pipa milik PDAM yang berada beberapa meter dari tepi senderan kolam.

“Kami tidak menuduh, hanya saja ini mungkin karena pipa yang bocor tersebut terus-menerus menggerus tanah dekat senderan kolam. Otomatis yang namanya tanah pasti labil. Di samping itu dipengaruhi tingginya tekanan air di kolam karena curah hujan,” ungkap Kosalya saat ditemui di Tirtagangga, Kamis, (17/6/2021).

Jebolnya kolam Objek Wisata Tirtagangga mengakibatkan ikan-ikan terseret hanyut ke hilir. Ada yang berhasil ditangkap dalam kondisi hidup, ada juga yang sudah ditemukan mati.

Meski menduga ada faktor pipa PDAM yang bocor, Kosalya mendaku tidak tahu pasti sejak kapan bocornya. Yang pasti, kata dia, kondisi pipa sudah karatan dan bocor. Dia juga berujar kondisi senderan kolam belum setahun lalu diperbaiki.

“Informasi kemarin saya diberitahu satpam pukul 2 dini hari. Saya malu dengan para wisatawan lokal yang berkunjung, karena mereka ingin berswafoto di kolam yang banyak ikannya. Tapi kami tidak akan menutup pelayanan kunjungan, tetap dibuka karena masih ada pandangan sisi lain di sini,” ujarnya.

Mengenai kerugian, Kosalya tidak banyak komentar. Yang jelas di kolam tersebut banyak ikan yang mempunyai nilai jual lumayan tinggi seperti ikan emas, belum lagi ikan lainnya yang jumlahnya sangat banyak dan berukuran besar. “Kami akan lakukan koordinasi dengan pihak yang bersangkutan upaya mengkaji musibah ini supaya bisa terselesaikan dengan baik-baik,” pungkasnya.

Di sisi lain jebolnya kolam Objek Wisata Tirtagangga mengakibatkan ikan-ikan terseret hanyut ke hilir. Hal ini justru dimanfaatkan warga untuk “berburu” ikan gratis, dengan beramai-ramai menangkapnya. Ada yang memakai jaring, ada yang memakai ember.

Melihat kondisi tersebut, Kosalya mengaku sangat menyayangkan perilaku warga tersebut. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini, sepatutnya warga paham, minimal punya kesadaran untuk mengembalikan. “Kami sudah berikan pengumuman melalui petugas, barang siapa yang mendapatkan ikan mohon dikembalikan. Kami berikan kompensasi 5.000 rupiah per ekor. Kebanyakan ikan kami jenis ikan emas,” cetus Kosalya. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.