Kisah Grace, Mama Muda yang Mengasuh Anak di Tengah Pandemi Covid-19

ilustrasi gambar Covid-19/istimewa
182 Melihat

DENPASAR- Pandemi Covid-19 masih terjadi. Di Denpasar, hampir tiap hari ada warga yang terpapar Covid-19. Tentu ada juga yang meninggal dunia. Belum diketahui, kapan pandemi ini akan berlalu.

Berbulan-bulan hidup dalam pandemi Covid-19 tentu tidaklah mudah. Apalagi bagi mereka yang memiliki bayi. Tak mudah mengasuh sang buah hati, ada kekwatiran terjadap ancaman Covid-19. Sebab bayi, selain lansia, adalah kelompok yang rentan terpapar Covid-19 karena sistem imun bayi yang belum sebagus orang dewasa.

Grace berbagi kisahnya mengasuh sang buah hati selama pandemi Covid-19 ini. Saat pandemi Covid-19 melanda, anaknya menginjak usia enam bulan.

Ibu muda yang masih berstatus mahasiswi di Denpasar ini mengatakan,  pandemi yang terjadi sekarang ini mungkin membuat kebanyakan orang tua banyak khawatir. Ia salah satunya.

Ia khawatir kalau bepergian ke luar rumah mengajak anaknya. Tak hanya itu, kekhawatiran juga terjadi saat ada tamu yang datang berkunjung ke tempat tinggal mereka.

“Sisi tidak enaknya (adanya Pandemi Covid-19), saya khawatir mengajak anak untuk bepergian. Bahkan saat tidak kemana-mana pun saya khawatir juga kalau ada tamu yang datang berkunjung,” ujar Grace.

Ia mengaku, saat ini dirinya tak lagi setakut masa-masa awal munculnya Covid-19. Kendati demikian, pengasuhan terhadap anaknya tak mengendurkan proteksi maksimal dari ancaman Covid-19. Ia sendiri tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes), yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

 “Semakin hari untuk saya pribadi Covid-19 sudah tidak semenakutkan saat awal mula virus ini ada, tapi tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Grace.

Ada sejumlah upaya yang dilakukannya bersama suami untuk melindugi sang anak termasuk mereka dari ancaman Covid-19. Di rumah, kata dia, Prokes dijalankan dengan ketat.

“Protokol kesehatan saat dirumah adalah rajin mencuci tangan, saat pulang bepergian jauh langsung mandi dan mengganti pakaian sebelum menggendong atau bermain dengan anak. Selain itu tidak menggantung pakaian yang pernah dipakai, itu langsung cuci. Untuk tamu biasanya mencuci tangan saat sampai,” jelas Grace.

Untuk sang buah hati yang kini sudah berusia satu tahun lebih ini, diajaknya bermain hanya di halaman rumah. Ia tak membiarkan anaknya bermain dengan anak-anak tetangganya.

“Anak tetap diajak bermain ke luar rumah. Biasanya di halaman rumah saat sore. Kebetulan di lingkungan tempat kami tinggal rata-rata tetangganya punya anak kecil berumur antara 2-7 tahun,” katanya.

“Bermain bukan seperti berkumpul lalu bermain bersama-sama, tapi bermain dalam hal anak saya yang mana masih berumur 1 tahun dan baru bisa berjalan. Jadi saya hanya mengikuti dia ke mana dia jalan. Biasanya dia lebih tertarik berjalan ke arah yang ada kucingnya, terus memetik bunga, bermain daun-daun kering. Karena mungkin untuk seumur dia tertarik ke permainan yang melibatkan banyak anak-anak,” lanjut dia.

Grace mengaku menerapkan Prokes saat anaknya bermain, yakni menjaga jarak dengan anak-anak lainnya.

“Untuk penerapan protokol kesehatan, jaga jarak pasti. Karena saat bermain di luar tidak banyak kontak langsung yang lama dengan tetangga,” ujarnya.

Grace mengatakan, kendati ada pandemi Covid-19 ini, tanggungjawab untuk mengasuh anak tak boleh diabaikan, tetap dilakukan seperti biasanya, termasuk mengantar anak untuk imunisasi.

“Tips mengasuh anak saat pandemi: rajin menjaga kebersihan diri, anak dan rumah, rajin memberikan ASI untuk anak, memastikan asupannya yang baik, rajin memberikan anak air putih dan juga utk diri sendiri, dan etap mengantar anak saat jadwal imunisasinya. Saya juga biasanya sehari memberi anak minum suplemen untuk imunnya,” kata Grace.

Lebih lanjut ia mengatakan, di tengah tantangan mengasuh anak di masa pandemi Covid-19 ini, aktivitas perkuliahnya tak ia tinggalkan. Ia bersyukur aktivitas perkuliahan dan mengasuh anak tetap bisa dilakukannya, karena kuliah dilakukan secara daring.

“Saya juga yang masih berstatus mahasiswa, selama pandemi ini banyak dibantu khususnya saat mengurus anak. Karena mengurus anak tidak dibantu siapapun dan saya tidak diharuskan untuk mengikuti kegiatan apapun di kampus. Semua akses perkuliahan menggunakan sistem e-learning yang disediakan oleh pihak kampus. Jadi saya bisa terhubung walau tetap di rumah saja. Saya bisa mengikuti perkuliahan bahkan sambil menyuapi anak makan,” ujar Grace. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.