Ketua TP PKK Gianyar Kukuhkan Kader Kebersihan Desa Taro

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, mengukuhkan Kader Kebersihan Desa Taro, Senin (9/11).
352 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, mengukuhkan 42 orang Kader Kebersihan Desa Taro bertempat di Kantor Perbekel Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Senin (9/11). Setiap banjar memiliki 3 orang kader kebersihan yang bertugas untuk mengedukasi warga tentang pentingnya pengolahan sampah dengan 3R.

Surya Adnyani Mahayastra juga menyambut baik inovasi Desa Taro dalam penanganan sampah, dengan membangun TPS 3R yang terbagi menjadi tiga kegiatan seperti, yaitu memilah, mencacah, dan komposing. “Pengukuhan kader kebersihan desa yang keanggotaannya dari kader-kader PKK karena hal ini sesuai dengan 10 Program Pokok PKK yang terjabar dalam program ke-9 yakni kelestarian lingkungan yang termasuk dalam pokja IV,” kata Adnyani Mahayastra.

Pemilahan sampah di rumah tangga oleh ibu-ibu, memisahkan sampah organik, anorganik, sampah reduce merupakan langkah sederhana namun sangat besar manfaatnya bagi kebersihan lingkungan. “Seperti kita ketahui, penyumbang sampah terbesar adalah rumah tangga dan juga pasar-pasar tradisional.

Memang di Gianyar diawali dengan bank sampah, di mana sampah dikumpulkan kemudian ditimbang dan itu ada nilai ekonomisnya. Dan itu yang dipilah adalah sampah plastiknya, dan itu nanti ada pengepul yang mengambilnya. Namun langkah itu kini ditingkatkan dengan adanya pembangunan TPS 3R,” jelasnya.

Dikakatakannya, Kabupaten Gianyar sudah memiliki 48 bank sampah dan beberapa TPS 3R. Di antaranya pembangunan TPS 3R bantuan dari anggaran Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali dengan nilai sebesar Rp600 juta yang telah dibangun di Desa Bedulu, serta bantuan dari Yayasan Bali Semaya yang kurang lebih telah disasar 20 desa pembangunan TPS 3R secara bertahap serta didukung oleh Pemkab Gianyar.

“Di TPS 3R itu sudah ada pemetaan-pemetaannya, sampah yang dibawa ke TPS sudah dipilah dari organik dan anorganik. Yang organik dapat diolah menjadi pupuk kompos dan yang anorganik bisa diambil oleh pengepul sehingga ada nilai ekonomisnya,” jelas Adnyani Mahayastra.

Tidak lupa pula istri Bupati Gianyar Made Mahayastra ini mengingatkan para kader kebersihan dalam menjalankan fungsinya tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan diri. Dengan tetap mengunakan alat pelindung seperti sarung tangan, masker, dan pakaian yang memadai.

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, menambahkan, saat ini kader kebersihan yang dilantik sebanyak 42 orang kader yang berasal dari 14 banjar. Pihaknya rutin turun ke warga bersama kader untuk mengedukasi warga betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di teba ataupun sekitar rumah. Sampah agar dipilah untuk kemudian dibawa ke TPS 3R yang ada di Desa Taro.

Sementara itu, Project Manager Yayasan Bumi Semaya, AA Istri Tatik Rismayanti, mengatakan pihaknya di sini selaku pendampingan Kader Kebersihan Desa Taro. Dengan program Merah Putih Hijau (MPH) dalam bidang pengolahan sampah, selalu berusaha memberikan edukasi masyarakat tentang penanganan sampah melalui bimtek yang didiberikan pada masyarakat. Hadir pada kesempatan itu, Ketua WHDI Kabupaten Gianyar, Diana Dewi Agung Mayun; Ketua DWP Kabupaten Gianyar, Dwikorawati Wisnu Wijaya; Camat Tegallalang, Wayan Widana; dan beberpa pemerhati lingkungan hidup. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.