Ketua STF Mahaganesha: Peluang Kerja Lulusan Farmasi Terbuka Lebar

Mahasiswa STF Mahaganesha, Denpasar tengah melakukan praktikum.
1,449 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Peluang kerja lulusan farmasi kini semakin terbuka lebar. Tidak saja di rumah sakit atau klinik kesehatan dan apotek, lulusan farmasi juga bisa menangkap peluang sebagai distributor farmasi hingga produk-produk kosmetik dan spa. Atau bahkan berwiraswasta dengan membuat produk sendiri.

“Selain di rumah sakit dan apotek, lulusan farmasi bisa berwiraswasta, berjualan produk kosmetik, penunjang kesehatan seperti vitamin, dan lainnya. Bali dengan pariwisatanya dimana produk spa dibutuhkan, itu tentu peluang bagi lulusan farmasi untuk menekuninya,” kata Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Mahaganesha, Denpasar, Kadek Duwi Cahyadi, S.Farm., M.Si., Apt., ditemui belum lama ini.

Kadek Duwi menjelaskan, STF Mahaganesha yang menyelenggarakan program studi S1 Farmasi dan D3 Farmasi, menyiapkan mahasiswanya untuk merebut peluang-peluang tersebut. Oleh karenanya, kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri semakin digenjot dalam menyiapkan lulusannya siap memasuki persaingan di dunia kerja.

Lebih lanjut dikatakan, STF Mahaganesah merancang sejak awal bagaimana mahasiswanya bisa siap kerja. Maka, dalam kuliah tidak hanya diisi dengan belajar dan belajar saja. Namun mahasiswa juga didorong menjadi farmapreneur, yakni menjadi pengusaha di bidang kefarmasian.

“Kami dorong mahasiswa ketika kuliah terbiasa membuat produk, mendesain produk, hingga memasarkan produk. Karena kuliah ujung ujungnya kan mencari uang. Supaya dari kuliah sudah terbiasa berwiraswasta sehingga nantinya setelah lulus tidak semata mencari kerja bergantung pada orang lain, tetapi bisa membuka lapangan kerja sendiri,” paparnya.

Ia mengatakan, STF Mahaganesha yang berdiri tahun 2016, setiap tahun menerima mahasiswa baru satu kelas (50 orang) untuk setiap program studi. Menurut Kadek Duwi, daya tampung mahasiswa baru ini menyesuaikan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki kampus. Ia berharap ke depan bisa terus meningkatkan sarana prasarana sehingga bisa memenuhi animo masyarakat yang juga terus meningkat. “Kami bukan membatasi animo masyarakat, tetapi kami menjaga kualitas pembelajaran tetap optimal,” ujarnya.

Kadek Duwi menambahkan, saat ini STF Mahaganesha sudah melakukan MoU (kerja sama) dengan banyak pihak seperti rumah sakit, apotek, distributor farmasi, termasuk beberapa industri kosmetik di Bali. Kerja sama itu menyangkut tiga hal yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pendidikan, kami kirim mahasiwa untuk PKL ke sana misalnya rumah sakit. Praktisi dari sana kami hadirkan untuk mengisi kuliah di kampus. Kemudian kami melakukan penelitian permasalahan di rumah sakit itu terkait kefarmasian. Pengabdian masyarakat, bersama rumah sakit atau apotek kami memberi penyuluhan kepada masyarakat, misalnya tentang cara penggunaan obat yang baik,” katanya. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.