Kesdam IX/Udayana Gelar Simulasi Pemberian Vaksin Covid-19

SIMULASI pemberian vaksin Covid-19 dilaksanakan anggota Kesdam IX/Udayana untuk melihat kesiapan jika vaksinasi massal kelak dijalankan pemerintah
SIMULASI pemberian vaksin Covid-19 dilaksanakan anggota Kesdam IX/Udayana untuk melihat kesiapan jika vaksinasi massal kelak dijalankan pemerintah
203 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Untuk percepatan penanganan Covid-19, pemerintah melakukan berbagai langkah mengatasi dan mencegahnya. Salah satunya dengan mendatangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, yang merupakan perusahaan biofarmasi standar internasional asal China.

“Sebelum vaksin tersebut disuntikkan ke masyarakat, terlebih dahulu melalui tahapan dan prosedur kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dengan SOP dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Ini untuk menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat, serta efektivitas dari vaksin tersebut,” kata Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, usai menyaksikan simulasi proses pemberian vaksinasi Covid-19 di Makesdam IX/Udayana, belum lama ini untuk mengkonvergensi panduan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

Pangdam mengaskan, simulasi vaksin ini diperlukan untuk memastikan kesiapan Kesdam IX/Udayana, termasuk pemerintah daerah, dalam memberi vaksin Covid-19 di lingkungan TNI AD. Selain kepada para prajurit dan PNS Kodam IX/Udayana, juga kepada masyarakat sekitar, agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan baik. Simulasi dilakukan, jelasnya, untuk menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata cara pelaksanaan pemberian vaksin.

“Ketika program tersebut dijalankan, Kesdam IX/Udayana harus siap dalam melaksanakan. Termasuk juga di Rumah Sakit Polri, Rumah Sakit Umum Daerah maupun swasta di seluruh Provinsi Bali,” terang alumnus Akabri Darat 1992 tersebut.

Vaksinasi Covid-19 yang diterima pada tahap awal ini, sambungnya, diprioritaskan bagi orang yang berisiko tertular Covid-19 seperti lansia, tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan, dan tenaga kesehatan di laboratorium rujukan Covid-19. Juga jajaran TNI dan Polri dengan berdasarkan ketentuan dan pemberitahuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, yang bekerja sama dengan BPJS di Provinsi Bali. Kewenangan untuk menentukan jumlah alokasi pemberian vaksin di setiap daerah, katan dia, pada tahap awal ditentukan pemerintah pusat dengan pengajuan serta pertimbangan dari pemerintah daerah.

Simulasi yang diperagakan anggota Kesdam IX/Udayana tersebut dihadiri Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, para asisten Kasdam, Dandim 1611/Badung, Kabid Dokkes Polda Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dan Kepala BPJS Provinsi Bali.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.