Kepergok Berbuat Tak Senonoh di Beji, Kabur Tinggalkan Motor

Foto: MOTOR MOTOR diduga milik pelaku tindakan tidak senonoh di pancoran beji, Banjar Kengetan, Singakerta, Ubud, diamankan warga. Foto: ist
513 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Pasangan sejenis kepergok melakukan perbuatan tak senonoh di areal pancoran beji di Banjar Kengetan, Desa Singekerta, Ubud. Pasangan itu memilih kabur saat dilihat warga setempat dan meninggalkan sepeda motornya. Oleh warga setempat, sepeda motor Yamaha Nmax itu diangkut ke Mapolsek Ubud. Sementara pascakejadian itu desa setempat telah melakukan prosesi pecaruan di areal beji.
Wakil Bendesa Adat Kengetan, Desa Singakerta, Made Budiasa, Kamis (9/7) menjelaskan, kejadian itu terjadi dua hari lalu, pada Rabu (7/7). ‘’Kejadiannya di beji dua hari lalu, yang melihat merupakan warga kami yang tengah mancing di sungai di bawah beji tersebut. Saat itu dilihatlah pelaku tengah “anu” di sana,’’ ujarnya.
Ditanya dengan apa yang dimaksud “anu” itu, Budiasa menjelaskan, pelaku tengah melakukan adegan yang tidak senonoh di areal permandian beji. Melihat hal tersebut, warga yang memancing tersebut langsung melaporkan ke pengurus desa. Saat hendak diintrograsi, kedua pelaku malah kabur menggunakan sepeda motor. Sementara satu motor lagi ditinggal oleh pelaku.
Budiasa menjelaskan para pelaku tersebut merupakan seorang pria. “Itu sama-sama pria tengah melakukan hal itu. Kemungkinan homo. Menurut keterangan warga memang sering mereka mandi di sana,” imbuhnya.
Sementara saat ini sepeda motor yang ditinggalkan oleh pelaku diamankan warga setempat dan dibawa ke Polsek Ubud untuk ditindaklanjuti. “Motornya sudah dibawa ke Polsek Ubud, dan di beji juga sudah kami lakukan pacaruan. Untuk pelakunya juga nanti kalau ketemu akan kami kenakan sanksi adat untuk menyelenggarakan pacaruan karena memang pararem kami di sini seperti itu,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ubud, Iptu I Gede Mudana, seizin Kapolsek membenarkan kasus tersebut. Bahkan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Mereka belum melapor, kami masih cek TKP saja untuk pengembangannya nanti,” jelasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.