Kendati Telah Ditutup, Pantai Balangan Masih Diserbu Wisatawan

ist/penjagaan akses masuk pantai Balangan yang telah ditutup
821 Melihat
Kaling, Prajuri Banjar dan Pecalang Lakukan Penjagaan

MANGUPURA, POSBALI.co.id –  Selain menutup pantai yang menjadi Daya Tarik Wisata, kawasan pantai yang belum berstatus DTW juga ditutup oleh Pemkab Badung, seperti Pantai Balangan dan Pantai Kuta. Pasalnya daya tarik kawasan tersebut membuat wisatawan yang masih berada di Bali, enggan untuk tidak berkunjung. Sehingga hal tersebut berpotensi membuat timbulnya kerumunan, padahal pemerintah sudah dengan tegas mengimbau distansi sosial dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Kendati telah ditutup, namun kunjungan wisatawan seolah tetap tidak bisa dibendung.

Kaling Cengiling Jimbaran, Kadek Adnyana dikonfirmasi Minggu (29/3) menerangkan, penutupan pantai Cengiling sebenarnya sudah dilakukan pasca adanya surat dari Sekda Badung bernomor 566/1877/Dispar/Sekret, tertanggal 20 Maret, yang didalamnya tercantum penutupan sementara obyek wisata dari tanggal 21-31 Maret 2020. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 di daerah yang menjadi pusat kerumunan. Namun penutupan tersebut belum bisa membendung animo wisatawan untuk berkunjung, utamanya wisatawan yang hendak bermain surfing. “Kita sebenarnya sudah menutup akses menuju pantai balangan, itu ada 2 akses. Vila dan pedagang pantai juga sudah ditutup operasionalnya. Tapi di lapangan masih ada temuan bule yang membandel dan mencoba masuk kawasan dengan mencari celah,”ungkapnya.

Dipaparkannya, wisatawan tersebut diduga merupakan wisatawan yang tinggal di luar kawasan lingkungan Balangan. Dimana mereka mencoba masuk dengan menerobos plang dan mencari celah pagar penutup akses menuju ke pantai. Bahkan diketahuinya, tidak sedikit diantara mereka yang parkir di lokasi jauh dari pantai dan mereka berjalan demi menyamarkan diri sebagai tamu yang sedang berjalan-jalan. “Beberapa kali wisatawan yang kami halau itu mengaku ingin ngecek kamar, mau foto-foto dan sebagainya. Karena itu kami kembali jelaskan bahwa sementara pantai Balangan ditutup dahulu sebelum kondisi kondusif. Sampai kapan dibuka, kami juga tidak bisa memastikan. Intinya sampai keadaan kembali normal,”paparnya.

Tidak dipungkirinya, kunjungan wisatawan ke pantai Balangan memang cukup banyak. Bahkan pada saat pantai ditutup saja, kunjungan wisatawan persetengah hari mencapai 50 orang. Jika itu dibuka sampai sore hari, kemungkinan jumlahnya bisa mencapai ratusan orang dalam sekali kunjungan. Berkaca dari kondisi tersebut, tentunya penjagaan penutupan akses masuk ke pantai akan terus dilakukan. Saat ini pihaknya mengaku sudah membuatkan skejul jaga yang terbagi menjadi 2 shift, sebagai langkah antisipasi timbulnya pelanggaran wisatawan yang ingin masuk ke pantai Balangan. “Karena tamu tidak menyadari dan mengindahkan tanda larangan yang dipasang, maka tadi kami lakukan penjagaan dengan berkoordinasi bersama pengurus adat, pecalang dan dinas. Ini akan kita terus lakukan sampai kondisi dinyatakan kembali membaik,”pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kutsel, Ketut Gede Arta tidak menampik kondisi tersebut. Pihaknya menilai keberadaan destinasi wisata yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan di Kuta Selatan, memang selayaknya harus ditutup sementara waktu. Hal itu mengacu kepada surat himbauan pemerintah, terkait distansi sosial. Namun karena obyek wisata tersebut terkadang banyak akses pintu masuknya, hal itu memang cenderung sulit diatensi. Namun pihaknya tetap mengimbau agar pihak terkait bisa mengatensi hal itu, sehingga upaya yang dilakukan pemerintah bisa efektif di lapangan. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.