Kendati Ditutup, Masih Saja Ditemukan Adanya Aktifitas di Pantai 

ist/petugas satpol PP BKO Kuta saat menegur adanya aktifitas di Pantai Jerman
294 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Kendati sejumlah obyek wisata di kabupaten Badung masih dinyatakan ditutup hingga 29 Mei. Namun hal tersebut ternyata belum membuat aktifitas di kawasan pantai menjadi sepi. Seperti di kawasan Pantai Jerman dan Kedonganan, Satpol PP BKO Kuta bersama unsur TNI dan Polri masih mendapatkan adanya aktifitas wisatawan yang bermain surfing dan sejumlah masyarakat yang berkumpul. Hal tersebut diketahui setelah petugas melaksanakan patroli keliling pada Selasa (21/4). Alhasil petugas patroli gabungan akhirnya membubarkan aktifitas tersebut, sembari terus memberikan edukasi.

Wakil Danru Satpol PP BKO Kuta, AA Putu Subawa dikonfirmasi via telepon tidak menampik bahwa aktifitas di sejumlah obyek wisata di Kuta kerap kali masih saja didapati adanya. Kendati demikian, jumlah tersebut diakuinya tidaklah seperti saat masih dibukanya obyek wisata. Namun berkaca dari hal tersebut, pihaknya menilai kesadaran masyarakat menyangkut sosial dan pysical distancing masih perlu ditingkatkan. Sebab hal tersebut merupakan upaya yang harus dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanna ditengah pandemi Covid-19, terlebih hal itu merupakan instruksi dari pemerintah. “Kami harap masyarakat benar-benar paham dan bisa taat dengan instruksi pemerintah itu. Ini demi kebaikan kita bersama,”ujarnya.

Dari patroli yang dilakukan pihaknya bersama Babinsa dan Babinkamtimbas kelurahan Kuta, sejumlah titik obyek wisata di Kuta yang masih diketemukan adanya aktifitas wiaatawan adalah di Pantai Jerman dan Pantai Kedonganan. Menariknya di di pantai Jerman, aktifitas wisatawan tersebut seolah dipancing oleh aktifitas masyarakat. Dimana masyarakat yang ada di kawasan pantai mencari wisatawan dari salah satu usaha di dekat pantai, untuk kemudian diantar bermain surfing. “Jadi disana kita ketahui penduduk lokal yang membawa tamu bermain surfing, ini kan aneh. Tadi kami hanya memberikan himbauan saja, karena kewenangan kami haya sebatas hinbauan. Tapi itu sudah kami koordinasi dengan satgas pengamanan pantai agar bisa menindaklanjuti hal itu,”ungkapnya.

Selain di pantai Jerman, aktifitas kerumunan juga masih ditemukan di pinggir jalan Dewi Sri. Dimana aktifitas tersebut merupakan aktifitas ojek online (ojol) yang beberapa kali sempat diedukasi. Namun hal itu seolah mental, karena mereka beberapa kembali kedapatan kembali melakukan hal serupa.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatpol PP Badung, IGAK Surya Negara tidak menampik adanya temuan tersebut. Namun jumlah mereka diketahui hanya segelintir saja, hal itu juga dilakukan secara kucing-kucingan dengan petugas. Kendati demikian, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan pihak desa adat, pengelola pantai dan pecalang dari desa terkait. Diharapkan hal semacam itu agar tidak kembali terulang, sebab apa yang menjadi imbauan dan instruksi pemerintah semata-mata demi keamanan dan kenyamanan bersama. “Begitu kita edukasi biasanya mereka mau bubar, jadi saya harap kesadaran masyarakat ini semakin meningkat. Kami tentu tidak bisa mengatensi ini, sebab ada hal lain yang juga perlu kita atensi. Kami harap dari pihak desa adat, pecalang dan satgas juga bisa mengatensi ini, sebab ini demi kenyamanan dan keamanan kita bersama,”ungkapnya.

Ketika disinggung apakah hal itu tidak bisa ditindak tegas, pihaknya mengaku hanya bisa sebatas melakukan edukasi dan menghimbau. Sebab pelanggaran tersebut diakuinya memang belum ada sanksi di ranah Pol PP. Dimana Satpol PP hanya menindak terkait pelanggaran Perda. Jika hal itu dikenai denda atau hukuman badan, hal itu juga akan sulit dilakukan. “Kami hanya bisa berupaya mengurangi aktifitas di pantai dengan edukasi dan himbauan,”sebutnya.

Kendati demikian, penindakan atas pelanggaran tersebut diakuinya bisa dilakukan oleh pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Itupun jika yang bersangkutan terbukti membandel dan berulang kali melakukan hal yang serupa. Sebab aturan terkait sosial dan physical distancing itu sebenarnya melanggar dari instruksi Permenkes. Sehingga hal itu bisa ditindaklanjuti pihak kepolisian dan kejaksaan atas dasar pelangaran Undang-Undang. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.