Kendalikan Rokok Wujudkan Krama Bali Sehat

Foto: Workshop sehari, "Sinergi Dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat" yang berlangsung di Denpasar Room, Hotel Prime Plaza Sanur, Jalan Hang Tuah No. 46 Denpasar, Rabu (12/2/2020).
299 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Universitas Udayana, melalui Centre for NCDs, Tobacco Control and Lung Health (Udayana Central) dengan menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengadakan Workshop sehari, “Sinergi Dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat” yang berlangsung di Denpasar Room, Hotel Prime Plaza Sanur, Jalan Hang Tuah No. 46 Denpasar, Rabu (12/2/2020).

Rektor Universitas Udayana Prof Dr dr AA Raka Sudewi SpS (K) menyambut baik workshop yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam upaya mengurangi bahaya rokok.

Dikatakannya Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) perlu diterapkan secara konsisten dengan salah satu cara memasang plang atau stiker KTR.

“Jadi di Bali revalansi perokok menurun dibandingkan daerah lain,” katanya seraya menyarankan untuk menghindari rokok elektrik seperti vape. Karena bahayanya hampir sama dengan rokok konvesional, dan riskan disalahgunakan, seperti untuk narkoba.

Dalam workshop ini, juga menghadirkan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta sebagai keynotes speaker yang menjelaskan upaya kepemimpinannya untuk menekan peredaran rokok di Kota Serombotan ini.

“Upaya yang kami lakukan yakni melarang iklan-iklan rokok di warung-warung, serta menutup cafe remang-remang. Di Klungkung tidak menyiapkan tempat rokok. Kalau bisa saya harapkan untuk berhenti merokok,” ujarnya.

Ketua Pusat Penelitian Udayana Central Made Kerta Duana mengatakan, Workshop ini bertujuan untuk menyampaikan hasil evaluasi implementasi program pengendalian rokok di Provinsi Bali dan tantangan yang dihadapi.

“Melalui workshop ini, kami mendorong komitmen Pemerintah Bali dan partisipasi pihak terkait dalam implementasi pengendalian rokok terhadap kesehatan, serta pengembangan dan penyusunan strategi lanjutan dalam pengendalian rokok di Bali,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesai Provinsi Bali, IB Purwa Sidemen menyatakan dukungan terhadap Perda KTR. Di beberapa hotel yang ada di bawah naungannya telah menerapkan pola bebas asap rokok.

“Tamu justru merasa senang dengan lingkungan yang sehat tanpa asap rokok. Kami juga akan tingkatkan tidak hanya di hotel ataupun restoran bebas rokok. Objek wisata juga menjadi sasaran kami,” pungkasnya. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.