Kemenkes Luncurkan QR Code Peduli Lindungi, Perkuat Penelusuran Sebaran Covid-19

Kemenkes meluncurkan QR Code untuk aplikasi Peduli Lindungi di Meruska Nusa Dua, Badung, Kamis (1/7/2021).
295 Melihat

NUSA DUA, posbali.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Pemda Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali meluncurkan QR Code untuk aplikasi Peduli Lindungi di Meruska Nusa Dua, Badung, Kamis (1/7/2021). Peluncuran dilakukan secara simbolik dengan melakukan scan QR Code oleh Gubernur Bali, Wayan Koster; didampingi Ketua GIPI Bali/BTB, IB Partha Adnyana; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno Nugroho; Managing Director ITDC Nusa Dua, IGN Ardita; Kadisparda Bali, I Putu Astawa; serta Kakanwil BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI serta disaksikan secara virtual oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Peduli Lindungi merupakan aplikasi untuk menelusuri contact tracking dan tracing demi memperkuat upaya penurunan penyebaran Covid-19. Aplikasi ini membantu meningkatkan partisipasi masyarakat guna melaporkan lokasi dan riwayat perjalanan selama pandemi. “Peran serta masyarakat terutama kerelaan mereka untuk melaporkan secara mandiri lokasi dan riwayat perjalanannya selama pandemi, sangat membantu penguatan 3T (Test, Tracing, dan Treatment) yang dijalankan pemerintah,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Peluncuran aplikasi QR Code Peduli Lindungi sangat membantu pemerintah dan masyarakat dalam melacak penyebaran virus Covid-19. Pertama, aplikasi ini membuat pergerakan masyarakat menjadi lebih aman dengan memberikan notifikasi lokasi zona merah secara real-time bagi pengguna aplikasi sehingga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan saat berada di wilayah dengan risiko penularan tinggi.

Kedua, aplikasi Peduli Lindungi yang menggunakan fitur QR Code membantu masyarakat yang sedang bepergian untuk tidak perlu berdesakkan ketika melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan. Semua bisa dilakukan dengan mudah melalui ponsel tanpa takut tertular.

Ketiga, data-data pribadi pengguna aplikasi Peduli Lindungi akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan tracing. Mengenai perlindungan data pribadi pada aplikasi Peduli Lindungi silakan akses di pedulilindungi.id/kebijakan-privasi-data.

Kemenkes dan Pemda Bali juga bekerja sama dengan sejumlah bank yang akan membantu menerapkan penggunaan QR Code Peduli Lindungi kepada seluruh merchant yang menggunakan layanan mereka. “Kami kembali berterima kasih kepada pihak swasta yang turut mendukung pemerintah sejak awal dalam penanganan pandemi Covid-19. Saya percaya bahwa modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia, yaitu kebersamaan dan semangat gotong royong, dapat membantu kita keluar dari pandemi ini bersama-sama,” ujar Menkes.

Sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir, upaya-upaya untuk menurunkan lonjakan kasus terus dilakukan pemerintah di sisi hulu hingga hilir. Di sisi hulu, Kemenkes terus memperkuat upaya 3T dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan. Selain itu, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro juga kembali diperpanjang guna menurunkan laju penyebaran virus.

Upaya lainnya adalah melalui akselerasi program vaksinasi nasional untuk mencapai target herd immunity (kekebalan kelompok) bagi 181,5 juta penduduk Indonesia. Menurut Menkes, saat ini laju vaksinasi sudah sampai pada angka 1,3 juta dosis per hari. Pada Rabu (30/6/2021) lalu, Indonesia telah kembali mendapatkan vaksin dalam bentuk bulk sejumlah 14 juta dosis. Saat ini Indonesia memiliki estimasi jumlah vaksin sebanyak 98,2 juta dosis baik merek Sinovac, AstraZeneca, maupun Sinopharm.

Sementara itu, Ketua GIPI Bali/BTB, IB Partha Adnyana, menyambut baik program ini. Untuk itu GIPI Bali/BTB langsung menyambut dengan segera bergerak membantu agar bisa diaplikasikan di semua daerah. Partha Adnyana mengatakan bahwa tujuan program digital tracing Peduli Lindungi untuk melindungi seluruh warga di Bali, pengunjung, dan pemilik tempat sarana pariwisata dlm mengawasi jumlah pengunjung dan sedang tahap pengembangan melihat status tempat atau kawasan terkait jumlah penyebaran Covid di sekitarnya.

“Ini bentuk dukungan kami pelaku pariwisata pada program pemerintah pusat dan daerah dalam rangka penanggulangan pandemi Covid. Dengan aplikasi ini bisa memetakan wilayah yang merah, kuning, dan hijau. Jadi, Bali memiliki data tracing real-time dan ini adalah bagian dari kesiapan mitigasi risiko Covid di Bali. Hari ini kami lakukan pemasangan secara simbolik di Nusa Dua (ITDC), kawasan Kuta (Beach Walk), kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar, dan kawasan Sanur,” ujarnya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.