Kelurahan Renon Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan Berniaga

Kelurahan Renon menggiatkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat di wilayahnya, Selasa (16/6).
202 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di sejumlah wilayah di Kota Denpasar diintensifkan dengan sosialisasi penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Kelurahan Renon misalnya, mulai Selasa (16/6) menggencarkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan berniaga di wilayahnya.

Lurah Renon, Luh Oka Ayu Arya Tustani, saat dikonfirmasi mengatakan pelaksanaan PKM di wilayahnya digiatkan dengan sosialisasi protokol kesehatan khususnya berniaga menyasar warung, toko kelontong, supermarket, minimarket di sekitar Jalan Tukad Yeh Aya dan Jalan Tukad Badung serta pasar tradisional di antaranya Pasar Desa Adat Renon,  Pasar Jimbar Jaya, dan Pasar Pujasera. Sosialisasi menerjunkan pecalang, Linmas, Babinkamtibmas, Babinsa, Dishub, Satpol PP, dan Kaling serta Desa Adat. Sosialisasi meliputi kedisiplinan penggunaan masker, penyanitasi tangan, dan pembatasan fisik atau jaga jarak dalam aktivitas warga terutama dalam berniaga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Selain itu, kami menertibkan masyarakat yang membuat kerumunan. Sosialisasi ini kami gencarkan setiap harinya dengan sistem shift dimulai sejak pemberlakuan PKM di wilayah kami pada 15 Juni hingga 28 Juni mendatang,” ungkap Luh Oka.

Oleh karena wilayah Renon relatif masih termasuk ke dalam zona hijau, wilayah kelurahan ini diberikan waktu dua minggu pelaksanaan PKM dengan satu pos induk dan pos-pos pembantu lainnya di masing-masing lingkungan. Dijelaskannya, dari hasil sosialisasi ini memang sebagian besar masyarakat mematuhi aturan, hanya beberapa saja masih ditemukan pelanggaran tidak memakai masker. Secara umum,  masyarakat sudah menjalankan PKM dengan baik dan disiplin.

“Tentu ke depan kami harapkan berjalan kedisiplinan warga tidak hanya di masa PKM namun untuk selanjutnya. Agar pandemi ini cepat berlalu dan kehidupan dapat kembali berjalan normal dengan adaptasi kebiasaan baru,” jelas Lurah Renon.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, mengatakan kedisiplinan masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar. “Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, kita tetap tidak boleh lengah dan abai, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari sehingga bisa produktif dan aman,” ujar Dewa Rai. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.