Kelompok Mina Kembang Sukses Panen Perdana Ikan Lele Sistem Bioflok

Bupati Jembrana, I Putu Artha, saat panen perdana ikan lele di Kelompok Mina Kembang, Kelurahan Pendem, Kamis (1/10).
106 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Kelompok Mina Kembang, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana sukses melaksanakan panen perdana ternak lele menggunakan sistem biofok. Keberhasilan tersebut setelah kelompok ini menebar benih ikan lele dua bulan lalu sebanyak 28.000 ekor.

Panen perdana ikan lele dilaksakan langsung oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha, bersama Pendamping Bantuan Bioflok Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Khairul Anwar; Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Republik Indonesia, Arik Hari Wibowo; Komisi IV DPR RI, I Made Urip; Setda Kabupaten Jembrana, I Made Sudiada di Kelompok Budidaya Ikan Lele Mina Kembang, Kamis (1/10).

Bupati Artha mengatakan, budidaya lele dengan sistem bioflok merupakan jawaban atas tantangan kemajuan saat ini. Dengan sistem ini memberikan kemudahan lantaran tidak menghasilkan limbah dalam prosesnya. “Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini merupakan percontohan dan sudah diapresiasi oleh kementerian. Keberhasilan ini mampu menjawab kebutuhan pasar di tengah pesatnya kemajuan zaman saat ini,” katanya.

Bupati Artha mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan yang sudah membantu kelompok-kelompok yang ada di Jembrana untuk mengembangkan budidaya lele. “Hari ini sangat luar biasa dalam situasi pandemi ini mereka yang bekerja di perhotelan banyak yang di-PHK. Dengan adanya pekerjaan seperti ini mereka pulang kampung, dia membentuk suatu kelompok dan buat seperti budidaya seperti ini. Jadi, sangat luar biasa berinisiatif melaksanakan program bioflok seperti ini,” jelasnya.

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Republik Indonesia, Arik Hari Wibowo, sangat mengapresiasi suksesnya budidaya sistem bioflok di Kelompok Mina Kembang. “Keberhasilan ini menjadi kebanggan bersama terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI lantaran sukses memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan sentra budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Sistem ini mampu meminimalisasi limbah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Lele Bioflok Mina Kembang, AA Ketut Narasoma, mengatakan, program budidaya ikan lele dengan sistem bioflok merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Sedikitnya terdapat delapan kolam dengan fasilitas lengkap dengan daya tampung mencapai 3.500 bibit dalam satu kolam. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya budidaya ikan lele,” pungkasnya. man

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.