Kejari Badung Terima SPDP Zaenal  Tayeb, Senin Diperiksa  Penyidik

ILUSTRASI
ILUSTRASI
99 Melihat

 

DENPASAR, POS BALI Mantan promotor tinju dan pengusaha, Zaenal Tayeb telah ditetapkan sebagai tersangka  Polres Badung terkait dugaan tindak pidana menyuruh memasukan keterangan palsu ke dalam akta autentik.

Dugaan itu dilakukan terkait  jual beli aset  di desa Cemagi, Mengwi, Badung atas laporan rekan bisnis yang juga keponakan jauhnya bernama Hedar Giacomo Boy Syam.  Senin (19/4), pria asal Sulawesi Selatan diperiksa penyidi polisi  terkait statusnya sebagai tersangka dalam Pasal 16 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sementara Surat Pemberitahuan Dimulainya penyidikan (SPDP) atas tersangka Zaenal Tayeb telah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung dari penyidik Satreskrim  Polres Badung.

Kasi Pidum Kejari Badung, I G. Gatot Hariawan yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Jumat (16/4)  membenarkan. “SPDP tersangka ZT sudah diterima. Tapi sekarang masih di bagian administrasi. Untuk jaksa yang akan menangani perkara tersangka ini masih menunggu disposisi Kajari,”  kata Gatot Hariawan. Pengiriman SPDP ini setelah ZT ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, 12 April lalu.

Di tempat terpisah, Zaenal Tayeb ditemui  di kediamnnya di jalan Majapahit, Kuta, Badung Jumat (16/4), membantah melakukan tindakan yang telah dituduhkan kepadanya.  Ia syok akibat laporan dengan nomor laporan LP-43/11/2020/Bali/Res Badung pada tanggal 5 Februari 2020 telah membawanya menjadi tersangka. “Sebagai warga negara yang baik, dirinya mengaku siap mengikuti proses hukum. Saya merasa tidak pernah ada masalah selama 51 tahun di Bali dan tidak pernah nipu orang. Tapi saya siap mengikuti proses dan nanti saya akan buktikan yang sebenarnya,” katanya kepada media.

Dia juga membantah terkait penipuan dalam  aset yang diperjualbelikan, berupa tanah seluas 13.700 meter persegi. Belakangan, tanah itu diketahui hanya seluas 8.892 meter persegi.

Menurut Zaenal Tayeb, luas tanah yang dimaksud masih tetap sama. Bahkan dia menantang sang pelapor yang juga keponakannya itu untuk melakukan pengukuran ulang. “Tanah itu tidak abrasi karena letaknya tidak di bibir pantai. Kita ukur ulang saja. Biar saya yang membiayai (proses pengukuran ulang),” tegasnya lagi.

Menurut dia, bahwa lahan yang dimaksud oleh pelapor tidak pernah berkurang. Hanya saja dalam penghitungan pelapor sendiri, dia tidak memasukan beberapa bagian tanah yang telah dikapling dan sudah ada bangunan rumah ke dalam hitungan tersebut.  Terkait hal ini, Kuasa Hukum Hedar, Bernadin menyatakan bahwa polisi menetapkan status tersangka bagi seorang itu berdasarkan alat bukti yang cukup. “Ya, kami percayakan kepada penyidik polri, tentu saja penyidik menentukan langkah secara profesional,” kata Bernadin singkat.009/003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.