Kebun Sayuran Rakyat Urban Farming, PDI Perjuangan Wujudkan Ketahanan Pangan di Tengah Pademi

TIM koordinator saat memonitoring kegiatan ‘Kebun Sayuran Rakyat’ dengan konsep urban farming di DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar. Foto: ist
208 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Di tengah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebabkan anjloknya perekonomian, memicu PDI Perjuangan Provinsi Bali untuk berbagi tips dalam upaya meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan keseharian dibidang pangan di lingkup kecil, yakni di tingkat rumah tangga.

Mengambil momen Peringatan Hari Lahir Pancasila dan juga Bulan Bung Karno pada Juni 2020 ini, partai berlambang banteng moncong putih inipun membuat gerakan yang patut diacungi jempol. Kegiatan itu bertajuk ‘Kebun Sayuran Rakyat’ dengan konsep urban farming, untuk mewujudkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Koordinator kegiatan ‘Kebun Sayuran Rakyat’ Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., mengatakan, kegiatan ini diikuti seluruh DPC PDI Perjuangan yang ada di sembilan kabupaten/kota se-Bali. Di mana kegiatan ini dimulai 3 Juni sampai 30 Juni 2020.

“Kegiatan ini merupakan arahan dari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi bapak Wayan Koster dan juga Panitia Bulan Bung Karno dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Selain itu, sebelum memulai kegiatan kami juga telah memohon arahan dari Istri bapak Gubernur Koster, Putri Koster terkait langkah-langkah dalam bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan yang sempit, yakni pekarangan rumah yang diawali di masing-masing kantor DPC se-Bali,” jelasnya saat ditemui di Denpasar, Minggu (21/6).

Tak hanya dari balik meja, Tim ‘Kebun Sayuran Rakyat’ yang diketuai Sari Galung didampingi Wakil Koordinator Ni Made Sumiati; Sekretaris Ni Made Rahayuni, dan juga Wakil Sekretaris Ni Made Rumiyati pun turun ke masing-masing DPC untuk memonitoring dan sosialisasi pelaksanaan gerakan ini. Yakni ke Kabupaten Jembrana, Klungkung, Buleleng, Karangasem, Gianyar, Bangli, Badung, Denpasar, dan Tabanan.

“Kami juga menggandeng Dinas Pertanian Provinsi dan juga kabupaten/kota dalam monitoring dan sosialisasi ini, untuk memberikan arahan terkait bagaimana menanam sayuran yang baik dan benar dengan memanfaatkan lahan sempit,” beber Sari Galung yang juga Ketua Bidang Nelayan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Diakuinya, hasil dari monitoring itu pun cukup memuaskan. Rata-rata kantor DPC telah melaksanakan kegiatan ‘Kebun Sayuran Rakyat’ dengan konsep urban farming ini dengan baik dan benar. Seperti tidak menggunakan bahan plastik dalam menanam sayuran, melainkan memanfaatkan barang bekas yang ramah lingkungan.

Bahkan, lanjut dia, banyak hal kreatif yang dilakukan. Seperti, pot yang menggunakan bambu sebagai media tanam, hingga sabut kelapa yang dibuat menyerupai bentuk Pulau Bali dan logo PDI Perjuangan.

“Setiap kabupaten/kota yang kami kunjungi, kami juga menyerahkan bibit sayuran seperti terong, cabai, dan tomat. Di mana ini sebagai bentuk dukungan dari kami kepada mereka agar lebih termotivasi dalam budidaya sayuran ini,” lanjut Sari Galung yang juga Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali ini.

Pihaknya pun berharap, kegiatan Kebun Sayuran Rakyat dengan konsep urban farming ini diketok tularkan ke PAC, ranting, anak ranting, dan masyarakat luas. “Kebun ini tidak berhenti sampai hari ini saat peringatan Bulan Bung Karno saja, akan tetapi terus berlanjut sampai seterusnya. Intinya, selain membuat lingkungan asri, juga bermanfaat bagi kebutuhan pangan keluarga,” tandas Sari Galung.

Ke depan, tambah dia, Kebun Sayuran Rakyat ini direncanakan akan dilombakan tahun 2021 mendatang. Dengan harapan menggairahkan kembali minat masyarakat untuk bertani dengan memanfaatkan  lahan sempit. “Dengan demikian, maka saat pandemi seperti sekarang ini, dapat menciptakan ketahanan pangan. PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik, mencoba memberi inspirasi kepada masyarakat,” pungkas Sari Galung. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.