Kawasan Wisata Tukad Cepung Dibuka Kembali Setelah Setahun Lebih Tutup

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, membuka secara resmi kawasan wisata Tukad Cepung di Najar Penida Kelod, Desa Tembuku, Sabtu (18/9/2021), setelah ditutup lebih dari setahun.
95 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Setelah ditutup selama lebih dari setahun, akhirnya kawasan wisata Tukad Cepung yang dikenal dengan  sebutan air dari langit di Najar Penida Kelod, Desa Tembuku, Bangli, dibuka resmi Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Sabtu (18/9/2021). Acara pembukaan dihadiri anggota DPRD Bangli, Danramil dan Kapolsek Tembuku serta Camat Tembuku.

Perbekel Tembuku, I Ketut Mudiarsa, menyampaikan rasa terima kasih atas dibukanya kembali kawasan wisata Tukad Cepung. Dia berharap dengan dibukanya kembali kawasan wisata ini, bisa secara perlahan memulihkan perekonomian masyarakat setempat. ‘’Kawasan Tukad Cepung telah banyak memberi kontribusi kepada desa, baik peningkatan pendapatan asli desa, juga mampu menyerap tenaga kerja,’’ katanya.

Menurut Mudiarsa, untuk mengembangkan kawasan wisata Tukad Cepung, masih ditemui sejumlah kendala. Misalnya lokasi yang relatif sulit dijangkau karena lebar jalan masih kurang, sehingga sulit dilewati kendaran besar. Karena kendala itu, banyak wisatawan beralih ke objek wisata lain yang lebih mudah dijangkau. ‘’Harapan kami kondisi tersebut dapat dicarikan solusi, mengingat jalur menuju kawasan Tukad Cepung infrastrukturnya masih dibiayai secara swadaya oleh desa,’’ pintanya.

Bupati Sedana Arta berujar, dia bangga kepada pengelola kawasan wisata Tukad Cepung. Dari sekian banyak objek wisata Air terjun di Bangli, ternyata Tukad Cepung termasuk salah satu objek paling diminati wisatawan yang khusus menyukai wisata air terjun. “Hal itu bisa dilihat dari searching (pencarian) Google, ketika memasukkan kata air terjun, Tukad Cepung berada di urutan teratas. Nah hal ini sangatlah luar biasa, potensi ini harus dikelola secara maksimal,” pesannya.

Dia mengakui pandemi Covid-19 memaksa Tukad Cepung harus ditutup sementara. Karena sudah dibuka, dia juga akan terus memviralkan agar makin banyak wisatawan yang berkunjung. “Kita ingatkan, meski telah dibuka, penerapan prokes secara ketat merupakan harga mati. Terkait kendala yang dihadapi pengelola, kami akan terus berupaya bagaimana masalah tersebut bisa teratasi untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Meski tidak harus hotmiks, dia berjanji akan berupaya membantu memperlebar jalan agar bisa dilintasi kendaraan besar seperti bus. “Kalau telah memungkinkan dilebarkan, mungkin bisa dirabat beton dulu. Yang penting kendaraan bisa masuk dulu,” tandasnya. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.