Kawasan Pariwisata Kutsel Disemprot Disinfektan

ist/penyemprotan disinfektan di Puja Mandala
240 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Sebagai kawasan pariwisata yang sering bersentuhan dengan aktifitas wisatawan, sejumlah titik yang menjadi tempat kerumunan masyarakat, Jumat (20/3) disemprot disinfektan. Adapun titik tersebut, yaitu kompleks peribadatan Puja Mandala, Pantai Pandawa dan lingkungan Desa Adat di wilayah Kutsel. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah Covid-19 (Corona Virus) yang saat ini menjadi pandemi secara global.

Camat Kutsel, Ketut Gede Artha menerangkan, penyemprotan disinfektan di Pantai Pandawa dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Sedangkan untuk di kawasan Puja mandala dilakulan oleh PMI Badung dan di Desa adat dilakukan oleh masing-masing desa adat secara mandiri. Untuk di kantor kecamatan Kuta Selatan, penyemprotan tersebut sudah dilakukan mendahului, termasuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker dan handzinitizer. Selain itu penyemprotan tersebut diketahuinya juga sudah dilakukan sebelumnya di kawasan ITDC, DTW kawasan Luar Pura Uluwatu, DTW Labuan Sait, dan lingkungan masing-masing. Rencananya Sabtu (21/3) ini Gubernur Bali akan menyemprot disinfektan ke GWK, sedangkan Wabup Badung melakukannya di wilayah Jimbaran.

Untuk penyemprotan di desa adat, hal tersebut merupakan hasil kesepakatan dari desa adat di dilayah Kutsel, saat dilaksanakannya rakor pada Rabu (17/3). Dimana desa adat setempat melakukan penyemprotan di tempat yang dirasa sering terjadi kerumunan warga, baik itu di destinasi wisata, tempat peribadatan, maupun fasilitas umum lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan menyesuaikan dengan situasi desa adat terkait, dimana pelaksanaanya itu tidaklah dilakukan secara serentak.

Sementara untuk kawasan Puja mandala, pihaknya mengaku telah menginformasikan terkait Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 7194 dan SE Bupati Badung Nomor 183, tentang pencegahan penyebaran Covid-19. Selain menerapkan pola hidup bersih, mereka juga diminta untuk mengurangi adanya kegiatan yag berpotensi menimbulkan kerumunan. Dari hasil wawancara pihaknua di lapangan, pada dasarnya pengelola maupun umat yang datang saat itu memahami hal tersebut. “Masyarakat di Kutsel itu lebih aware dan paham akan hal itu. Imbauan itu katanya sudah dilaksanakan,”sebutnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.