Kasus Togar Mestinya Dilaporkan ke Peradi,  Togar : Steffen Silahkan ke Kantor Ambil Uang

Foto : Antonio Silo (kiri) dan rekannya usai memberi informasi klarifikasi di Reskrim Polresta Denpasar
Foto : Antonio Silo (kiri) dan rekannya usai memberi informasi klarifikasi di Reskrim Polresta Denpasar
1,134 Melihat

 

DENPASAR, POS BALI Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokad  (PPA) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi), Antoni Silo, SH mengatakan, kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor oknum advokad Togar Situmorang, SH, C.Med, MH, MAP, CLA seharusnya dilaporkan ke Dewan Kehormatan DPN Peradi, bukan kepada pihak kepolisian, Polresta Denpasar.

Alasannya, Togar Situmorang menjalankan tugas sebagai kuasa hukum pelapor. Selain itu, objek yang dilaporkan oleh Rolf Steffen Gornitz (pelapor) uang senilai Rp250 juta adalah titipan yang ditetapkan melalui putusan pengadilan dimana memerintahkan kuasa hukum, Togar Situmorang menyerahkan kepada kliennya, Rolf Steffen Gornitz.

“Togar masih menjalankan tugasnya sebagai advokat yang dikuasakan oleh pelapor, yaitu Rolf Steffen Gornitz.  Bahkan penguasaan Togar atas uang Rp250 juta adalah titipan berdasarkan putusan pengadilan  dimana Togar sebagai kuasa hukum menyerahkan kepada kliennya. Mestinya pelapor (Steff) sebagai klien datang saja ke kantor Togar mengambil uang itu. Sederhana saja kok. Kalau Stef sebagai klien merasa dirugikan mestinya melaporkan ke Dewan Kehormatan DPN Peradi,” kata Antonio didampingi Wakil Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokad, I Made Rediyudana, SH dan anggota Bidang Pembelaan Profesi Advokad, Sudarta D. Siringo – Ringo, SH kepada wartawan usai bertemu Penyidik Unit IV Sat Reskrim Polresta Denpasar, Kamis (4/3/2021) siang.

Dalam pandangan  Antonio, Togar masih menjalankan tugasnya sebagai advokat yang dikuasakan pelapor. Selain itu ada kuasa hukum pelapor yang lain, tapi hanya Togar yang dilaporin dan kuasa itu melekat pada dua orang. “Kalau Steff sebagai klien merasa dirugikan lapor saja ke DK DPN Peradi. Kami pasti proses dan ada sanksinya. Kalau pelanggaran serius kami meneruskan ke aparat,” kata Antonio

Antonio menegaskan, pihaknya menemui penyidik yang menangani kasus tersebut, bukan melakukan intervensi atau masuk ke materi perkara. Pihaknya yang membidangi pembelaan profesi advokad mau memberikan  perspektif, dalam perkara ini mestinya dilaporkan ke organisasi advokad dalam hal ini Peradi dimana Togar Situmorang adalah anggota Peradi.

Sebab, Undang – Undang Advokad Nomor 18 tahun 2003 Pasal 16 mengatakan; ketika advokad menjalankan tugas sebagai kuasa dengan itikad baik di dalam pengadilan tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana. Kemudian seiring dengan perjalanan waktu, Makamah Konstitusi (MK) memperluas pengertian, di dalam itu ketika memberikan konsultasi bantuan hukum di luar pengadilan berdasarkan putusan MK Nomor 26 tahun 2013. “Kami tidak punya hak melakukan intervensi apapun atau masuk ke pokok perkara,” katanya.

Sementara Togar Situmorang ketika dikonfirmasi mempersilahkan Steff datang mengambil uang titipan di kantornya.  “Silahkan Steff sendiri datang ambil uangnya.  Tidak boleh lewat orang lain karena saya tidak ada urusan dengan orang lain. Uangnya ini titipan dari mantan isterinya Suhati berdasarkan putusan pengadilan. Ada barang -barangnya juga, tetapi barang barang sudah diambil semua, hanya uang yang belum diambil. Silahkan Steff datang ambil uangnya. Kantor saya alamatnya jelas dan Steff tahu itu ,” kata Togar 003

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.