Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah Satgas : Lakukan 3M dan Hindari 3R

Para pelanggar prokes didata petugas saat operasi yustisi di Ubung Kaja, Denpasar, Selasa (27/10/2020).
Para pelanggar prokes didata petugas saat operasi yustisi di Ubung Kaja, Denpasar, Selasa (27/10/2020).
788 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar pada Selasa (27/10) kembali mengumumkan satu pasien meninggal dunia. Selain itu, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 20 orang yang tersebar di 12 wilayah desa/kelurahan. Sementara 18 orang pasien Corona dinyatakan sembuh.

Update Covid-19 Kota Denpasar, tercatat satu orang pasien meninggal dunia. Pasien adalah seorang laki-laki berusia 59 tahun yang berdomisili di Kelurahan Sesetan. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 17 Oktober 2020 dan meninggal dunia pada 20 Oktober dengan penyakit penyerta diabetes melitus dan hipertensi,” terang Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Selasa (27/10/2020).

Terkait penambahan pasien positif yang tersebar di 12 desa/kelurahan, Dewa Rai memaparkan, Desa Ubung Kaja mencatatkan penambahan tertinggi dengan 4 kasus positif baru. Disusul Kelurahan Tonja yang mencatatkan kasus positif 3 orang. Kelurahan Renon, Desa Dauh Puri Kelod, dan Desa Pemecutan Kelod mencatatkan penambahan kasus positif 2 orang. Sementara 7 desa/kelurahan mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing 1 orang.

Secara kumulatif, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 3.194 kasus. Jumlah pasien sembuh mencapai 2.946 orang (92,24 persen), meninggal dunia 73 orang (2,28 persen), dan yang masih dalam perawatan sebanyak 175 orang (5,48 persen).

GTPP mengajak masyarakat tetap waspada serta disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dewa Rai meminta masyarakat untuk bersama-sama menerapkan 3M (menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan) serta menghindari 3R (ramai-ramai, rumpi-rumpi, dan ruangan sempit). “Mari bersama-sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah,” ajaknya.

Di sisi lain, Tim Yustisi Kota Denpasar masih menemukan adanya pelanggaran prokes di masyarakat. Seperti dalam operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum prokes yang digelar di Desa Ubung Kaja, Selasa (27/10), tim yustisi mendapati 19 orang pelanggar prokes.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali sebanyak 12 orang yang melanggar prokes didenda di tempat sebesar Rp100 ribu karena tidak menggunakan masker. Sedangkan 7 orang lagi diberikan pembinaan karena tidak menggunakan masker dengan benar.

Dalam upaya pencegahan Covid-19, Dewa Sayoga menegaskan, pihaknya berkewajiban melakukan pembinaan, sosialisasi, dan edukasi untuk dapat menggugah atau mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat agar mematuhi prokes, perilaku hidup bersih dan sehat. “Dengan demikian diharapkan semua masyarakat semakin sadar dan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya. 026

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.