Kasus Kerumunan di Kampung Jawa Akhirnya Diberi Sanksi Teguran Tertulis Sesuai Perwali PKM

Penyerahan surat teguran tertulis atas pelanggaran Perwali PKM di Dusun Wanasari oleh Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Made Toya, bertempat di Kantor Desa Dauh Puri Kaja, Selasa (26/5).
855 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar akhirnya memberikan sanksi terkait pelanggaran keramaian atau kerumunan yang terjadi di Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja pada Sabtu (23/5) dini hari lalu. Setelah melaksanakan pendalaman kasus yang berpedoman pada Perwali Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), GTPP Covid-19 resmi melayangkan surat teguran tertulis.

Surat teguran tertulis disampaikan oleh Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Made Toya, di Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, Selasa (26/5). Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodera, Plt. Kabag Hukum Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi, Jubir GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta, serta Kepala Dusun Wanasari, H. Badrus Samsi.

Sebelum menjatuhkan sanksi administrasi, Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar mendengarkan laporan dari Kepala Dusun Wanasari, H. Badrus Samsi, terkait dengan kronologis kejadian tersebut. Setelah mendapat laporan secara rinci dari Kadus Wanasari dan Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Made Toya, menilai ada pelanggaran Perwali PKM dalam peristiwa itu. Lalu Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar memberikan teguran lisan serta tertulis atas kejadian keramaian di Dusun Wanasari yang videonya viral di media sosial tersebut.

“Jadi, jika dilihat pelanggarannya ada pada penerapan protokol kesehatan yang tidak diindahkan untuk tidak berkumpul dan/atau melaksanakan kegiatan yang mengundang kerumunan massa. Dan saat ini sudah kami tindaklanjuti dengan memberikan sanksi teguran dan pembinaan, baik secara lisan maupun tertulis sesuai Perwali PKM,” kata Made Toya.

Lebih lanjut Made Toya menjelaskan, GTPP Covid-19 Kota Denpasar secara resmi telah melayangkan sanksi administratsi berupa teguran tertulis kepada Camat Denpasar Utara selaku Gugus Tugas Kecamatan selanjutnya merujuk surat tersebut Camat Denpasar Utara melanjutkan ke Perbekel Desa Dauh Puri Kaja serta Kepala Dusun Wanasari. Nantinya pihak desa dan dusun melanjutkan teguran dan pembinaan kepada para pelaku kerumunan tersebut. “Sesuai Perwali PKM Pasal 19 Ayat 1, 2, dan 3 yang mengatur tentang sanksi sudah jelas diatur adalah sanksi administrasi, yang dapat diterapkan melalui teguran, baik lisan maupun tulisan, serta pembinaan langsung,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Made Toya kembali menekankan kepada masyarakat untuk selalu mempedomani protokol kesehatan. Kata dia, apapun kebijakan pemerintah jika tanpa dukungan masyarakat juga akan sulit diterapkan. “Mari bersama-sama mendukung percepatan penanganan Covid-19 khususnya untuk menaati dan lebih disiplin mengikuti protokol kesehatan sehingga percepatan penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan baik,” ajaknya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.