Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Oleh Perbekel Tamblang Dilimpahkan ke Kejari

Perbekel Tamblang, Made Diarsa (pakai baju tahanan), saat dihadirkan di Mapolres Buleleng.
524 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Penanganan kasus Perbekel Desa Tamblang, Made Diarsa (51) atas dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena diduga melakukan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) pada akun Facebook, kini memasuki babak baru. Kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Kamis (10/12/2020).

Pelimpahan kasus ini ke Kejari Buleleng setelah jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Buleleng menyatakan berkas penanganan kasus tersebut lengkap. Sehingga, Polres Buleleng melimpahkan penanganan kasus tersebut ke Kejari Buleleng.

KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Suseno, mengatakan, kendati penanganan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejari Buleleng, namun penahanan tersangka Made Diarsa masih di Mapolres Buleleng. “Berkasnya dinyatakan lengkap. Untuk penahanan bagi tersangka yang dilimpahkan pada tahap 2 masih di Polres Buleleng,” ujar Iptu Suseno, Kamis (10/12/2020).

Iptu Suseno didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, menjelaskan, dengan telah pelimpahan tahap dua ini maka tersangka akan segera menjalani proses persidangan atas kasus hukum yang menjeratnya.

Sementara itu, Made Diarsa mengaku akan menjalani semua proses hukum yang menjeratnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Tamblang khususnya pelapor, saya diberikan ruang untuk belajar. Dua bulan saya menjalani proses, banyak hal yang saya pelajari. Semoga nanti ada hal positif yang bisa saya lakukan untuk mengabdi di Desa Tamblang,” pungkas tersangka.

Perbekel Desa Tamblang, Made Diarsa, ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Oktober 2020 dalam kasus dugaan pencemaran nama baik melalui Facebook. Diarsa dilaporkan oleh Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung Desa Tamblang, Jro Mangku Ketut Arsadia (33), karena dianggap telah menghinanya.

Berbagai upaya damai sudah ditempuh baik itu keluarga perbekel atau pihak perangkat Desa Tamblang. Namun, Jro Arsadia justru tidak menggubris sama sekali permohonan maaf yang dilayangkan oleh Made Diarsa.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Diarsa melaporkan balik Jro Arsadia atas dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman melalui medsos pada Facebook. Jro Arsadia juga dilaporkan atas pelanggaran UU ITE. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.