Kasus Covid-19 di Jembrana Meningkat, Satgas Pertegas Penegakan Prokes

Petugas gabungan saat melaksanakan razia masker di Jembrana beberapa waktu lalu.
104 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Lonjakan kasus positif Covid-19 kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Angka penambahan kasus positif paling tinggi terjadi 6 Januari 2021 sebanyak 55 orang dalam sehari. Beberapa faktor disebut menyebabkan terjadinya lonjakan kasus tersebut.

Salah satunya, perilaku masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Beberapa pelanggaran masih terjadi bahkan cenderung meningkat. Karena itu, jajaran Satgas Covid-19 Jembrana akan lebih ketat dalam mengawasi penerapan prokes di masyarakat. Pengetatan tidak hanya soal yustisi dan penindakan pelanggaran, tapi juga dalam pemberian rekomendasi.

Pj Sekda Jembrana, I Nengah Ledang, Kamis (7/1/2021), mengatakan, selama berbulan-bulan jajaran satgas dari atas hingga terbawah sudah bekerja maksimal siang malam guna mencegah penularan virus tersebut. Namun, lonjakan kasus masih saja terjadi. Bahkan di Jembrana sekarang masuk kategori zona merah dengan tingkat penularan berisiko.

“Kami simpulkan perlu diambil langkah yang lebih tegas. Utamanya dalam penegakan prokes dan menindak pelanggaran. Selama ini lebih banyak tindakan persuasif dilakukan. Sekarang sudah harus tindakan nyata bagi para pelanggar,” kata Ledang.

Oleh karena itu, pihaknya bersama jajaran satgas akan lebih sering turun melakukan penegakan prokes. Termasuk mengecek ketersedian prasarana penunjang seperti tempat cuci tangan di tempat-tempat usaha yang sudah disosialisasikan. Pengetatan juga akan dilakukan dalam pemberian rekomendasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Ledang mengungkapkan, akibat lonjakan kasus positif meningkat pesat, pihak RSU Negara kewalahan menampung pasien Covid. Untuk itu, tengah disiapkan beberapa hotel yang mendukung sebagai tempat isolasi dan perawatan. Salah satunya Hotel Jimbarwana yang merupakan milik Pemkab Jembrana. “Tidak menutup kemungkinan juga hotel-hotel lainnya, apabila daya tampung kamar dinilai masih belum cukup,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf Hasrifudin Haruna, mengatakan, menyikapi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa-Bali, perlu diambil langkah preventif. Untuk Provinsi Bali, PSBB sementara baru dilakukan Badung dan Denpasar. Jembrana sebagai jalur utama, kata dia, sehingga perlu diantisipasi dampak pengetatan itu akan berimplikasi di wilayah Jembrana. “Langkah yang perlu diambil adalah kolaborasi secara maskimal. Agar melibatkan Satgas Gotong Royong dalam giat ke depan dalam mengendalikan Covid,” katanya.

Di lain sisi Humas Satgas Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, mengatakan Kabupaten Jembrana pernah masuk zona kuning pada 23 Desember 2020 lalu. Kemudian berubah menjadi zona merah tanggal 1 – 6 Januari 2021. Saat ini tingkat kesembuhan pasien corona di Jembrana mencapai 85 persen dengan tingkat kematian 2,9 persen. Secara kumulatif pasien positif 968, sembuh 823 orang, dan meninggal dunia 29 orang.

“Kita akui ada lonjakan kasus, khususnya di awal tahun. Pasien yang belum mendapatkan tempat isolasi sebanyak 42 orang, Puskesmas dan RSU sudah penuh. Berdasarkan jenis kelamin pria 69 persen dan perempuan 31 persen,” pungkasnya. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.