Kasus Corona Meningkat, Bupati Suwirta Ajak Masyarakat Disiplin Prokes

Bupati Suwirta (tengah) mengikuti konferensi video terkait PPKM Level 4 di ruang vicon kantor Bupati Klungkung, Selasa (27/7).
Bupati Suwirta (tengah) mengikuti konferensi video terkait PPKM Level 4 di ruang vicon kantor Bupati Klungkung, Selasa (27/7).
139 Melihat

KLUNGKUNG, POS BALI – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, memimpin rapat melalui konferensi video terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kabupaten Klungkung di ruang vicon kantor Bupati Klungkung, Selasa (27/7).

Rapat diikuti perangkat desa, kelurahan, perangkat kecamatan seluruh Klungkung, dan tim penggerak PKK desa, kelurahan dan kecamatan, Bupati Suwirta meminta aparatnya mengawasi dan minta masyarakat menerapkan prokes. “Kasus corona meningkat. Disiplin prokes harus menjadi kesadaran bersama. Pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, mencuci tangan di air mengalir menjadi sangat penting untuk mencegah virus,”kata Bupati Suwirta.

Terkait dampak Covid-19, Suwirta menugaskan para perangkat desa dan kelurahan untuk turun di masing-masing wilayah mendata warga yang terdampak. Dalam data tersebut berisi nama, alamat, jumlah anggota keluarga dalam satu KK, agar bantuan yang diberi dapat secara proporsional.

Dalam rapat itu Suwirta menyampaikan, selama pelaksanaan PPKM Level IV di Klungkung, para perangkat desa, kepala lingkungan dan kelurahan dapat memberitahukan warganya agar menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Pun dapat melaksanakan Surat Edaran Bupati Klungkung terkait diterapkannya PPKM Level IV. “Alasan penerapannya, karena belakangan ini di Kabupaten Klungkung terjadi peningkatan jumlah penderita Covid-19 dan angka kematian,” jelasnya.

Terkait karantina terpusat, Suwirta menyampaikan agar perangkat desa dan kelurahan dapat bersama-sama Pemkab mengubah pola pikir pasien Covid-19. Mereka harus diberi pemahaman bahwa tempat karantina terpusat adalah suatu tempat yang akan membuat mereka cepat sembuh, mudah diawasi, dan mudah untuk ditangani. Bila terdapat pasien yang tidak ingin pergi ke tempat isolasi terpusat, Pemkab memberi toleransi untuk melaksanakan isolasi mandiri.

Namun, itu ada syarat dan ketentuan berlaku. Pasien atau pihak keluarga harus membuat surat pernyataan, dan kepala desa serta Satgas di desa tersebut juga harus ikut bertanggung jawab jika pasien mengalami hal-hal yang tidak diinginkan saat melaksanakan isolasi mandiri.

Didampingi Sekda I Gede Putu Winastra, Kepala Dinas Pemerintah Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, Wayan Suteja; dia mengingatkan peserta rapat agar pada saat kegiatan di kantor maupun kegiatan lain di wilayahnya tetap mengawasi dan minta masyarakat menerapkan prokes.

Terkait dampak Covid-19, Suwirta menugaskan para perangkat desa dan kelurahan untuk turun di masing-masing wilayah mendata warga yang terdampak. Dalam data tersebut berisi nama, alamat, jumlah anggota keluarga dalam satu KK, agar bantuan yang diberi dapat secara proporsional.

“Data tersebut berupa tabel yang isinya khusus bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang belum pernah mendapat bantuan secara rutin, baik itu bantuan dari DTKS, lansia, difabel dan agar segera bergerak mengumpulkan data penerima bantuan. Jangan sampai ada pilih-pilih dalam mencantumkan penerima bantuan, dan kuatkan data penerima bantuan,” tegasnya.022

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.