Kasatpol PP Kota Denpasar : Razia Prokes Bukan Cari Kesalahan Warga

Kasatpol PP Kota Denpasar Anom Sayoga saat memimpin operasi gabungan penegakan prokes
Kasatpol PP Kota Denpasar Anom Sayoga saat memimpin operasi gabungan penegakan prokes
72 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Tim Yustisi Kota Denpasar terus gencar melaksanakan razia protokol kesehatan (prokes) saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level. Dari operasi gabungan di Jl. Raya Glogor Carik, Denpasar, Bali, Senin (20/9) tim menjaring 32 warga lalai prokes. tanpa masker dan salah memakai masker.

”Kami terus melakukan pendisiplinan prokes warga melalui sidak dan razia gabungan. Langkah ini dilakukan guna menekan peyebaran virus corona di Kota Denpasar. Kami terus mengingatkan masyarakat agar disiplin prokes, baik di rumah maupun bepergian guna menghindari penularan Covid-19. Jangan baru ada penurunan PPKM level 4 menjadi level 3 dianggap Covid-19 sudah mereda,’’ kata Ketua Tim Yustisi Kota Denpasar yang juga Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga.

Pendisiplinan masyarakat menerapkan prokes wajib dilakukan bersama-sama guna mencegah penularan virus corona. Melalui edukasi dan sosialisasi penerapan prokes secara ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Apalagi virus varian baru delta mulai mewabah sehingga masyarakat diminta waspada dan taat prokes, sehingga terhindar dari penularan dan tertulatr virus corona.  ”Kita gencar melakukan pendisiplinan prokes terhadap masyarakat dan pengusaha lewat sidak dan razia prokes dilakukan dari pagi, siang dan malam. Bahkan, tidak berhenti saling mengingatkan agar masyarakat selalu ingat bahaya virus corona,’’ ucap Anom Sayoga.

Sebanyak 32 warga terjaring razia PPKM level 3 yakni 16 orang tanpa masker didenda. Sebelum menjatuhkan denda kepada 16 orang tersebut terlebih dahulu diberikan masker gratis untuk menghindari penularan virus corona. Sedangkan 16 orang salah memakai masker hanya dibina.

Razia prokes di jalan dilakukan tiap hari dari pukul 08.00-10.30 bukan mencari kesalahan masyarakat. Tapi mengajak taat dan patuh terhadap aturan yang ada. Semua ini demi kesehatan masyarakat agar tidak menularkan dan tertular Covid-19 yang terus menghantui selama 1,6 bulan. Kalau virus corona sudah hilang maka roda pereknomian di Denpasar pulih kembali seperti semula.

Ada dan tidak perpanjangan PPKM, lanjut Anom Sayoga, pihaknya bersama Dishub, TNI dan Polri gencar melakukan sidak prokes menyasar angkringan, warung makan, restoran dan pasar tumpah mengundang kerumunan. Sidak tanpa mengenal waktu ini guna mendisiplinkan masyarakat agar tetap waspada karena virus corona ada disekeliling. ”Kami mengajak masyarakat tidak mengabaikan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, mengatur jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas) sehingga tidak terpapar virus corona,’’ ajak Anom Sayoga.

Selain melakukan razia prokes, juga melakukan sidak prokes terhadap angkringan dan warung makam melanggar jam operasional PPKM Level 3. Dalam sidak tersebut enutup sekaligus membubarkan pengunjung angkringan Jl. Gatot Subroto untuk mematuhi ketentuan yang ada. Pemilik angkringan diberi peringatan keras karena membandel buka sampai pukul 23.00 dan pengunjung duduk berdekatan dikhawatirkan muncul klaster baru penyebaran virus corona. ”Kami memberi peringatan pemilik angkringan agar mematuhi aturan. Kalau ditemukan kembali melanggar jam operasional PPKM, kami akan mengambil tindakan tegas dengan memproses ke tipiring,’’kata Sayoga. pol

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.