Karyawan Hotel Ditemukan Tewas di Kolam Renang Tempat Bekerja

Proses evakuasi jenazah I Gede Sumada yang tewas tenggelam di kolam renang hotel tempatnya bekerja, Kamis (9/9/2021).
98 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Warga Banjar Dinas Geretek, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Kamis (9/9/2021) siang digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di dasar kolam renang Hotel Alamanda di desa setempat. Dari hasil identifikasi, mayat itu diketahui bernama I Gede Sumada (34), karyawan hotel tersebut. Belum diketahui penyebab tewas tenggelamnya korban yang tinggal di Banjar Dinas Geretek, Desa Sambirenteng tersebut.

Mayat pertama kali ditemukan oleh Nengah Suarjaya yang juga karyawan hotel tersebut. Awalnya saksi sedang berada di sekitar kolam. Dia kemudian melihat korban yang juga karyawan engginering dan pool atendent hotel tersebut tenggelam di dasar kolam renang. Mayat korban ditemukan di dasar kolam renang dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Seketika saksi Suarjaya langsung memanggil rekan kerjanya yakni Gede Mustika. Bersama Mustika, Suarjaya berupaya menolong korban dengan cara mengangkat korban yang sudah dalam kondisi tidak bernapas dari dasar kolam menuju ke pinggir kolam untuk mendapatkan penanganan secara medis.

Sontak kejadian tersebut, membuat warga sekitar hotel mendatangi lokasi. Bersama warga sekitar saksi-saksi kemudian meminta bantuan tim medis dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tejakula untuk segera mendapat penanganan lebih lanjut.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjay,a mengatakan, korban saat pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. Dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Tejakula I, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.

“Diduga korban sudah meninggal dunia kurang dari 4 jam semenjak ditemukan, dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Apa penyebab pasti korban sampai meninggal dunia tenggelam di dasar kolam, masih dalam penyelidikan Polsek Tejakula,” kata Iptu Sumarjaya.

Iptu Sumarjaya menerangkan, dari pihak keluarga korban melalui Kadus Geretek, Gede Supama, menyatakan pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban, serta tidak akan menuntut pihak manapun secara hukum. Bahkan dari keterangan yang diperoleh, korban memiliki riwayat sakit kejang-kejang.

“Keluarga korban sudah ikhlas dan menganggap sebuah musibah. Mereka tidak menuntut hukum pihak manapun termasuk juga telah menolak dilakukan pemeriksaan dalam (autopsi) terhadap jenazah korban. Kalau dari keterangan keluarga, korban ini memiliki riwayat penyakit kejang-kejang sejak 2 bulan yang lalu,” pungkas Iptu Sumarjaya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.