Karantina Terpusat Tekan Angka Terkonfirmasi Positif

Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf
104 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Karantina terpusat berbasis sumber mulai dari tingkat desa hingga provinsi telah menunjukan hasil yang cukup menggembirakan. Pasien sembuh meningkat drastis, tambahan terkonfirmasi positif dapat ditekan kendatipun secara perlahan.

Hal tersebut diungkapkan Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf saat panen lele di Makorem, Denpasar, Senin (19/7). Pihaknya berharap dengan karantina terpusat mampu menekan laju penularan Covid-19 di Bali.

“Mari kita tidak lagi menerapkan isolasi mandiri. Jadi ikuti karantina berbasis sumber di masing-masing kabupaten/kota, bisa desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga provinsi,” ungkap Danrem.

Danrem juga mengingatkan bahwa isolasi mandiri telah banyak memakan korban. “Banyak contoh kasus pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah meninggal dunia. Maka dari itu kami imbau kepada masyarakat yang kondisinya tidak khusus, sebaiknya bergabung di karantina terpusat,” ajaknya.

Danrem menjelaskan bahwa dengan mengikuti karantina terpusat, maka memudahkan dalam pengontrolan pasien, termasuk juga dalam pemberian obat-obatan.

“Pembinaan fisik juga akan sangat teratur. Tapi kalau di rumah melakukan isolasi mandiri dan kemudian tidak terpantau, kondisinya semakin parah, itu bisa menghilangkan nyawanya,” bebernya.

Dikatakan, kendati terpaksa melakukan isolasi mandiri, itu hanya untuk kondisi khusus. Seperti ibu hamil, orang tua, atau satu keluarga terpapar. Karena jika dipisahkan juga dikhawatirkan akan merepotkan. “Untuk kondisi khusus ini, kita pasang stiker di depan rumahnya, sehingga terpantau,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Danrem juga membenarkan varian Delta telah masuk Bali. Dari informasi yang dia dapatkan, varian ini menyerang anak-anak. “Kebetulan karantina yang di Buleleng banyak anak-anak yang terpapar,” ujarnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.