Kantor Imigrasi Ngurah Rai Dipadati Antrian Wisatawan Hingga ke Jalan Raya Bypass Ngurah Rai

kondisi antrian WNA di Kantor Imigrasi TPa Ngurah Rai
116 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Ditengah semangat masyarakat mengimplementasikan distansi sosial dan Surat Edaran Gubernur Bali dan Bupati Badung, terkait membatasi kerumunan masa dalam upaya penanggulangan penyebaran virus Corona. Senin (23/3) kerumunan masa justru timbul di area kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Dimana kerumunan masa tersebut merupakan sejumlah WNA yang mengantri untuk mengurus dokumen keimigrasian mereka.

Hal tersebut kemudian viral di median sosial, sebab antrian tersebut ‘mengular’ sampai ke badan jalan Bypass Ngurah Rai. Bahkan pihak kepolisian lalulintas sempat turun tangan mengatensi hal tersebut, karena antrian tersebut cukup panjang dan menganggu ketertiban wilayah. Sebab antrian tersebut justru menarik pengendara yang lewat untuk melihat situasi, sehingga menimbulkan sendatan lalulintas.

Salah seorang masyarakat Kutsel yang mengetahui kejadian tersebut adalah Nyoman Suharta. Dimana antrian tersebut seolah bertolak belakang dengan imbauan pemerintah saat ini, terkait ketiadaan aktifitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang atau keramaian. “Ini kan aneh, masyarakat sudah taat mentaati aturan pemerintah. Tapi kok lembaga pemerintah yang justru menimbulkan aktifitas kerumunan,”ujarnya.

Berkaca dari hal itu, pihaknya mendorong pihak imigrasi untuk bisa mensiasati hal itu. Salah satunya adalah dengan menyederhanakan layanan perizinan. Misalnya dengan cara memberikan dispensasi hingga wisatawan bersangkutan pulang ke negaranya nanti. “Kan bisa saja, mereka semua itu otomatis dianggap sudah mendapat izin tinggal keadaan terpaksa. Jadi tinggal cek dan setujui ketika mereka hendak pulang ke negara masing-masing,”jelasnya.

Humas Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali, I Putu Surya Dharma dikonfirmasi terpisah tidak menampik kondisi tersebut. Dimana antrian itu dipicu karena banyaknya WNA yang hendak mengurus izin tinggal dalam keadaan terpaksa. Hal itu diakuinya  terjadi sejak diberlakulannya Peraturan Menkumham Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020, tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan, saat Kedatangan serta Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa. “Mereka itu mengantre untuk mengurus izin tinggal dalam keadaan terpaksa. Yang dominan dilayani, yang akan over stay,”ujarnya.

Mengacu aturan tersebut, saat ini bukan hanya WNA asal negara Cina yang mengajukan izin tersebut. Melainkan juga WNA negara eropa dan lainnya, utamanya WNA yang tidak bisa kembali kenegaranya, akibat tidak adanya penerbangan ke negara tersebut. Karena itulah antrian tersebut mulai timbul dan terlihat peningkatannya sejak tanggal 20 Maret kemarin. “Memang peningkatannya itu terlihat sejak awal diberlakukannya aturan itu. Bisa dibilang kemarin itu puncaknya dari antrian sebelumnya,”ungkapnya.

Diakuinya, kapasitas layanan di TPI Ngurah Rai perhari hanya mencapai puluhan orang. Sayangnya kemarin antrian di TPI Ngurah Rai mencapai ratusan orang. Hal itu tidak terlepqs dari rasa takut WNA tersebut mengalami overstay. Namum hal itu diakuinya kejadian itu akan terus diupayakan agar tidak timbul lagi kedepannya. Dimana dari hasil video conference dengan Dirjen Imigrasi dan Sekjen Imigrasi Pusat, hal itu kemungkinan akan disiasati dengan edaran baru. “Mungkin nanti itu akan ada perpanjangan otomatis, sehingga tidak sampai adanya antrian. Tapi tentunya itu diselektif yang mana saja yang diberikan,”imbuhnya sembari menerangkan hingga tanggal 5 Pebruari sampai 22 Maret, sudah ada sebanyak 1830 WNA yang mengajukan izin tinggal dalam keadaan terpaksa.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno menjelaskan peningkatan  pengguna layanan imigrasi bukan hanya terjadi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, malinkan juga di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar, dan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja. Antrian tersebut tidak bisa dihindari karena WNa tersebut datang dalam kurun waktu bersamaan, sementara di kantor Imigrasi sendiri menerapkan sistem pemeriksaan suhu tubuh. Karena itulah mereka kemudian mengantri untuk bisa dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, agar bisa diizinkan masuk ke dalam kantor.

Mengevaluasi kondisi tersebut, pihaknua mengaku telah langsung berkoordinasi dengan Kantor Pusat. Dimana mulai Senin (23/3), overstay bagi WNA tersebut tidaklah dipermasalahkan. Ketika mereka pulang ke negara masing-masing, maka overstay itu tidak akan dipermasalahan oleh Imigrasi airport dimanapun ia akan keluar dari wilayah Indonesia. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*