Kadisdik Bali Pantau Verifikasi PPDB Online, Berikut Hasilnya

614 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa memantau hari pertama di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan system pendaftaran online, Jumat (28/6/2019). Dari enam sekolah yang dipantau, yakni SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar, SMKN 5 Denpasar, SMKN 1 Denpasar, SMAN 2 Denpasar, dan SMKN 3 Denpasar, dalam proses verifikasi Kadisdik menemukan antrean masyarakat yang membludak.

“Orangtua siswa ramai ke sekolah untuk verifikasi anaknya. Jadi bukan ramai dalam artian krodit. Ramai mereka mengantre dan tertib, dan tidak ada protes,” jelasnya.

Pantauan pertama dari pukul 09.00 WITA diawali dari SMAN 1 Denpasar. Di sekolah ini tampak antrean tidak terlalu banyak. Namun sayang, kepala sekolah tidak ada di tempat. “Bapak kepala lagi ke Surabaya mengikuti Bintek,” kata salah seorang panitia PPDB.

Seusai memantau di sekolah ini, Kadisdik kemudian melanjutkan di SMAN 7 Denpasar. Di sekolah ini, Kadisdik melihat antrean yang mambludak, bahkan memenuhi lorong masuk ke sekolah. Kadisdik pun memerintahkan agar pembagian nomor antrean dipindahkan ke tempat yang lebih luas, yakni di halaman sekolah. “Pindahkan sekarang, kasian mereka berdesak-desakan,” ujar Kadisdik.

Setelah memantau di sekolah ini, Kadisdik pun melanjutkan ke SMKN 5 Denpasar. Di sekolah ini, Kadisdik menemukan OSIS yang menerima pendaftaran siswa baru, dan tanpa didampingi guru. “Kami hanya menerima dan mengarahkan ke guru untuk verifikasinya. Kami juga didampingi guru, dan ada di dalam. Jadi jika ada yang bertanya dan kami tidak bisa menjawab, maka kami minta guru untuk menjelaskannya,” kilah salah seorang OSIS.

Melihat hal itu, Kadisdik pun meminta panitia agar OSIS didampingi oleh guru, dan jangan sampai kosong tanpa pendampingan. Sedangkan panitia beralasan, dilibatkannya OSIS dalam PPDB ini agar mereka terbiasa dan belajar dalam memanajemen. “Sudah didampingi oleh seorang guru. Jadi guru ada di dalam ruangan melaukan verifikasi. Jadi kalau ada pertanyaan, maka OSIS akan meminta guru untuk menjelaskan,” kilah Waka Kurikulum Subariana.

Pantauan kemudian dilanjutkan ke SMKN 1 Denpasar di Ubung. Tampak antrean tidak terlalu banyak. Ternyata di sekolah ini menerapkan aturan, yakni calon siswa harus tidak buta warna, tidak bertindik, dan bertato. “Kalau buta warna, misalnya untuk jurusan elektronika, kabel itu ada ratusan dan warnanya tipis-tipis. Jadi kalau buta warna ya… tidak bisa lihat. Kalau tato dan tindik itu, kalau mereka nanti bekerja di tempat bagus, itu kan tidak boleh,” sebut Kepala Sekolah Ketut Suparsa.

Seusai di SMKN 1, Kadisdik kemudian melanjutkan ke SMAN 2 Denpasar. Antrean memang tidak terlihat dari halaman depan sekolah. Namun di aula sekolah, antrean tampak membludak. “Kami membatasi antrean hanya 500 pendaftar untuk hari ini. Kemudaian yang lain kami lanjutkan besok,” kata Kepala Sekolah IB Sueta Manuaba.

Dalam kesempatan itu, Kadisdik juga memberikan arahan kepada orangtua siswa agar tidak tergesa-gesa untuk melakukan verifikasi. “Masih banyak waktu hingga tanggal 3 Juli. Jadi jangan tergesa-gesa dan tidak usah kawatir. Semua akan terlayani dalam verifikasi,” jelasnya kepada para orangtua siswa di aula sekolah ini.

Pantauan kemudian dilanjutkan ke SMKN 3 Denpasar. Tenyata di sekolah ini membatasi antraen verifikasi yang hanya 300 nomor per harinya. “Jadi kami berkaca pada pengalaman PPDB tahun sebelumnya. Sehingga tidak membludak,” jelas Kepala SMKN 3 Denpasar, A.A. Bagus Wijaya Putra.

Sementara itu, pengakuan orangtua siswa, kendatipun masa verifikasi hingga tanggal 3 Juli 2019, mereka sengaja datang diawal karena ingin cepat selesai, sehingga beban pikiran mereka menjadi lebih lega. “Saya tahu sampai tanggal 3 Juli. Tapi karena sudah heboh jadi saya datang lebih awal. Apalagi jalur zonasi katanya sangat terbatas,” kata Ririn.

Hal senada juga dikatakan Made Bagus yang mendaftarkan anaknya lebih awal. Dirinya khawatir anaknya tidak bisa diferiterverifikasi. “Saya daftar melalui jalur zonasi. Jadi saya mendaftar lebih dahulu agar pikiran saya tidak beban,” ujarnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.