Jual Paketan Harga Jadi Lebih Mahal, Operasi Pasar Bulog Dikerumuni Warga

Foto: Warga tampak antri membeli produk yang dijual dalam Operasi Pasar di Pasar Kreneng.
351 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Teriakan berulang-ulang untuk menjaga jarak dan antri dengan tertib terdengar jelas dalam Operasi Pasar Bulog permintaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali di Pasar Kreneng, Denpasar pada Kamis (23/4/2020) pagi, pukul 7.30 WITA sampai dengan pukul 8.30 WITA.

Pengunjung pasar yang mengetahui adanya Operasi Pasar itupun tampak berkerumun dan melakukan antri untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, gula, tepung, dan minyak goreng. Sayangnya, kendatipun harga di bawah pasaran, kebutuhan pokok itu dijual paketan. Warga tidak diperbolehkan membeli satuan. Harga pun menjadi lebih mahal, sehingga operasi ini tidak tepat sasaran.

Adapun harga paket itu, mulai dari paket F yang berisi tepung 1 kg dan gula 1 kg dijual Rp20.500, paket E beras merah 1 kg dan gula 1 kg Rp34 ribu, paket D minyak goreng 2 liter dan gula 1 kg Rp36.500, paket C minyak goreng 1 kg dan gula 1 kg Rp25 ribu, paket B beras 5 kg dan gula 2 kg Rp77.500, serta paket A 10 kg beras dan gula 3 kg Rp139.500. “Tidak boleh beli satu barang saja. Hanya boleh beli paketan,” tutur seorang pembeli yang terpaksa hanya beli paket D.

Dari informasi di lapangan, Bulog membawa stok Beras Kita sebanyak 30 sak berat 5 kg, Beras Kita Polos 20 sak ukuran 10 kg, gula 264 kg, minyak goreng tawon 36 liter, tepung KITA 20 kg, beras merah 15 kg, dan letesia 2 liter sebanyak 36 buah.

Di mana hingga berakhirnya operasi itu pada pukul 8.30 WITA, paket yang berisikan beras terlihat ludes terjual. Yang tersisia hanya beberapa kilogram gula, beras merah, minyak goreng, dan letesia. “Dijual dengan paketan ini keputusan dari Bulog pak,” ujar salah seorang staff yang bertugas dalam kegiatan ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Wilayah Bali, Suhardi saat dikonfirmasi ke kantornya, wartawan ini hanya ditemui melalui Humas Dewa Ayu Widyastiti. Humas inipun mengaku bahwa pimpinannya ini sedang melakukan rapat internal. “Jadi pimpinan itu tidak tahu semua pak,” akunya.

Dirinya pun melempar bahwa penjualan paket itu dari arahan Disperindag Bali. “Kami hanya diminta melakukan Operasi Pasar. Mungkin dijual paketan biar tidak ada penumpukan,” duganya.

Terkait inovasi di tengah penerapan sosial distansi dan jarak fisik, pihaknya pun mengaku belum merambah penjualan kebutuhan pokok melalui online. “Kan tidak semua masyarakat bisa internet. Kami hanya menunggu arahan pusat,” lanjutnya.

Saat ditanya bahwa daerah lain seperti NTB telah melakukan penjualan secara online?Pihaknya kembali berkelid bahwa itu arahan pusat. “Bulog Bali kita enggak jual kayak gitu,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan Provinsi Bali, Wayan Jarta mengatakan bahwa Operasi Pasar ini atas permintaan pihaknya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dipasaran.

“Ada empat tempat untuk operasi pasar, yakni saat ini di Pasar Kreneng, kemudian besok (hari ini-red) di Pasar Tonja, dilanjutkan di Pasar Badung pada Senin depan, dan besoknya di Pasae Nyangelan,” ungkapnya.

Terkait penjualan secara paketan, Jarta mengaku bahwa itu adalah kebijakan Bulog. Surat permohonan yang ia kirim sudah jelas terkait permintaan untuk menstabilkan harga, khususnya gula. “Surat kami sudah jelas untuk permintaan gula,” pungkasnya. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.