Jual Ekstasi, Oknum PNS Dikes Lobar Dibekuk

340 Melihat
Foto : Gelar perkara dan jumpa pers yang dilakukan Polres Mataram dipimpin Langsung Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi.

MATARAM, POSBALI.CO.ID – Salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang aktif berdinas di Dinas Kesehatan Lobar harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Yang bersangkutan ditangkap jajaran Sat Resnarkoba Polres Mataram atas dugaan sebagai pengedar dan penjual ekstekstasi.

Oknum PNS berinisial INA (46) itu merupakan warga Kelurahan Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lobar. ‘’Kami mengamankan tiga orang yang diduga penjual dan pengedar Narkotika jenis Ekstasi. Salah satunya oknum PNS di Dikes Lobar,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK, Kamis (07/01).

Disampaikan Kapolres Mataram, pada Rabu malam (06/01) sekitar pukul 23.00 wita, Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson langsung memimpin penangkapan INA. Dengan cara Undercover Buy, INA ditangkap beserta dua orang rekannya yang lain. Yaitu perempuan berinisial DS (20 ) warga Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah dan IMS (34) warga Karang Pendem, Kelurahan Cilinaya Kota Mataram. ‘’Kami menangkap ketiganya di Jalan Umar Madi Lingkungan Karang Pendem, Kelurahan Cilinaya. Ini berawal dari informasi adanya informasi jual beli ekstasi,’’ bebernya.

Penggeledahan badan dilakukan petugas. Lalu didapati 10 butir narkotika jenis ekstasi warna kuning berlogo mahkota. Berikutnya uang tunai Rp 13.428.000 yang diduga hasil transaksi Narkotika. Barang bukti lainnya empat buah kartu ATM, satu unit motor dan sejumlah Handphone. ‘’ Ekstasi yang kami dapatkan ada 10 butir. Ketiganya langsung kami amankan untuk diproses lebih lanjut,’’ katanya.

Introgasi singkat sudah dilaksanakan. Terungkap IMS adalah kurir untuk mengantarkan ekstasi kepada pemesan. ‘’ IMS itu yang bukan PNS. Ternyata dia kurirnya,’’ imbuhnya.

Keterlibatan INA sebagai PNS diduga menjual. Ekstasi yang didapatkan petugas diduga sisa stok Tahun baru. ‘’ Ekstasi itu dari sebelum tahun baru sudah masuk. Kemungkinan juga sudah dijual untuk dipakai di Tahun baru. Karena Ekstasi ini kan dinikmati sambil mendengarkan suara musik yang keras,’’ tutur Heri.

Sebagai PNS, INA diduga tergiur dengan keuntungan menjual ekstasi. ‘’ Satu butir ekstasi dijual Rp 600 ribu. Tergiur dia dengan keuntungannya. Kita masih dalami sudah berapa lama dia dibisnis ini. Kita juga harus melakukan undercover buy. Karena dia tidak sembarangan menerima pembeli. Satu pembeli maksimal boleh membeli 10 butir,’’ katanya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman di atas empat tahun penjara. 033

1 Comment

  1. Sy pikir Lobar th 2021 akan kondusif dri sgala lini, trxta dan trxta lebih miris, pns jual ekstasi….

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.