Jembrana Waspadai Klaster Acara Adat dan Perkantoran

Jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana menggelar rapat pada Minggu (27/9).
82 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 Jembrana sebulan terakhir mendapat perhatian serius jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana. Sejumlah klaster muncul, terutama didominasi dari kegiatan adat, agama, serta perkantoran.

Guna mengantisipasi hal tersebut, jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 langsung menggelar rapat koordinasi bertempat di posko Gugus Tugas Kantor BPBD Jembrana, Sabtu (26/9). Rapat dipimpin Sekda Jembrana I Made Sudiada untuk mengambil penanganan terpadu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Turut hadir Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna, Wakapolres Jembrana Kompol I.B. Dedi Januartha, Kajari Jembrana diwakili oleh Kasi Datun  I  Kadek Wahyu Ardika, serta Asisten I Pemkab Jembrana I Nengah Ledang.

“Posisi kita sangat sulit karena masyarakat sangat sensitif. Namun situasi kondisi dan penularan yang begitu cepat, maka kita juga harus bergerak cepat. Kami diskusikan bersama terkait semua hal terkait langkah-langkah ke depan,” ungkap Sekda Jembrana, I Made Sudiada.

Lebih lanjut Sudiada mengatakan, terkait regulasi yaitu Pergub dan Perbup, semuanya sudah normatif. Namun diakui, Gugus Tugas pelaksanaannya memang serba salah. Ke depan cara-cara humanis dan edukasi dikedepankan. Tetapi tindakan tegas tetap diberikan karena untuk kebaikan bersama. Secara bertahap, pelanggaran pertama dan kedua bisa diberi sanksi berupa membaca sesuatu.

“Upaya menindaklanjuti arahan GTPP Provinsi Bali, menyiapkan tempat karantina/isolasi untuk kasus OTG dan orang dengan gejala ringan, di Kabupaten Jembrana telah ditetapkan Hotel Jimbarwana. Hotel itu dipilih sebagai tempat karantina itu sekaligus mengetatkan tracking yang selama ini telah dilakukan,” jelasnya.

Di sisi lain, Humas GTPP Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, ada terkonfirmasi sebanyak 5 orang lagi. Rinciannya dua orang dari Kelurahan Pendek, 1 dari Kelurahan Lelateng, 1 dari Desa Yehembang, dan 1 dari Kelurahan Dauhwaru. “Pasien dari Lelateng laki-laki, 51 tahun. Awalnya suspek di RSU Negara, setelah swab hasilnya positif Covid-19 dan ditemukan pneumonia. Sementara yang dari Lelateng juga ditemukan pneumonia, perempuan, 33 tahun, dalam kondisi hamil,” katanya.

Pada Minggu (27/9), GTPP Jembrana juga mencatat satu orang bayi berusia 2 bulan positif Covid-19. Bayi ini merupakan kontak erat dari ibunya yang positif Covid-19. Secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi di Jembrana mencapai 295 orang. Sementara untuk angka kesembuhan sebanyak 204 orang. Sedangkan kasus kematian status terkonfirmasi sebanyak 6 orang. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.