Jembrana Fokus Kembangkan Wisata Kawasan Gilimanuk

2,283 Melihat

POSBALI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jembrana tengah fokus mengembangkan kawasan Gilimanuk sebagai salah satu destinasi wisata. Hal itu sekaligus untuk mendongkrak target kunjungan wisatawan ke Bumi Mekepungi. Untuk merealisasikan target tersebut, Dinas Pariwisata Budaya Jembrana tengah gencar menata Gilimanuk, baik melalui penataan obyek wisata, dukungan fasilitas maupun promosi wisata.

Kunjungan wisatawan ke Jembrana memang masih terbilang minim. Kabid Pariwisata Jembrana Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, Senin (13/5) mengatakan, data kunjungan wisata untuk tahun 2018 sebanyak 40.694 orang yang berasal dari wisatawan lokal serta 1.121 orang wisman. Dengan demikian pihaknya akan terus berupaya menata kawasan Gilimanuk agar makin elok.

Diantaranya melalui pembangunan fasilitas kepariwisataan dan pembangunan amenitas penunjang. Misalnya melalui pembangunan warung kuliner, toilet, dermaga kayu, taman, sarana parkir, gazebo, dive center serta pembangunan tourism information center. “Langkah lainnya melalui promosi wisata. Festival Gilimanuk rutin digelar tiap tahun pada bulan November. Serta tidak kalah pentingnya adalah pembangunan SDM pariwisata melalui sejumlah Bimtek maupun pelatihan kepada Pokdarwis selaku pelaku wisata. Karena, SDM-lah ujung tombak yang akan bersentuhan langsung dengan wisatawan,” ujar Mirah.

Lebih lanjut, Mirah mengatakan, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Gilimanuk sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Lantaran di Gilimanuk ini sangat lengkap, mulai dari wisata air seperti snorkeling, diving dan menikmati mangrove tour. Ada juga paket wisata religi untuk menikmati perjalanan spiritual menuju Pulau Kalong, Pulau Burung serta Pura Segara Rupek. Gilimanuk juga memiliki museum manusia purba yang bisa dijadikan wisata edukasi. Selain itu Gilimanuk juga merupakan pusatnya wisata kuliner yang sudah kesohor yaitu ayam betutu. “Ke Gilimanuk tidak lengkap rasanya kalo tidak singgah makan di ayam betutu. Warung warung yang menyajikan ikan bakar dengan cita rasa tinggi juga banyak dijumpai  disini,” jelasnya.

Untuk saat ini, objek wisata yang paling banyak dikunjungi adalah Teluk Gilimanuk di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya yang berdekatan dengan pelabuhan penyeberangan Jawa-Bali. Jumlah wisatawan mancanegara masih kalah dibandingkan wisatawan domestik, tapi juga terus meningkat. “Teluk Gilimanuk jadi favorit pengunjung, karena wisata alam disini cukup lengkap baik pemandangan alam dari daratan maupun pemandangan bawah laut,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati Jembrana I Putu Artha maupun Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan mengatakan, pihaknya ingin kabupaten ini menjadi daerah tujuan wisata utama tidak hanya menjadi perlintasan bagi wisatawan domestik yang masuk dari Jawa ke Bali. “Karena itu kami banyak membangun objek wisata di sepanjang pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk, mulai dari Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan di ujung timur hingga Gilimanuk di ujung barat. Bahkan, saat musim liburan kunjungan wisatawan domestik dari Jawa ke Bali meningkat drastis, yang bisa dilihat dari antrian panjang di Pelabuhan Gilimanuk saat mereka kembali ke daerah masing-masing,” kata Bupati Artha.

Hal senada diungkapkan oleh Wabup Kembang Hartawan. Selain di Gilimanuk, Pemkab Jembrana juga mulai merintis paket wisata dengan mengarahkan wisatawan mengunjungi beberapa objek wisata sekaligus mulai dari pantai, perkebunan, air terjun hingga kuliner. “Untuk menikmati kesenian khas Kabupaten Jembrana seperti jegog, wisatawan bisa mampir di anjungan cerdas jalan nasional yang saat ini pembangunannya hampir selesai. Di termpat itu ada pementasan jegog setiap sore, sambil menikmati keindahan sore hari dengan pemandangan sawah dan pantai,” kata Kembang. Selain itu, proyek besar yang lebih lengkap untuk menunjang pariwisata, pendidikan hingga konservasi juga sedang dibangun Pemkab Jembrana yaitu Kebun Raya Jagatnatha, di Kota Negara dan berdekatan dengan kompleks kantor pemerintahan Kabupaten Jembrana. Untuk membiayai pembangunan tersebut, anggarannya berasal dari beberapa sumber seperti APBD, APBN hingga bagi hasil pajak hotel dan restoran dari Pemkab Badung. man

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.