Jelang Pembelajaran Tatap Muka di Buleleng, Guru Bakal Diswab Massal

ILUSTRASI
486 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk anak didik jenjang SD dan SMP di Kabupaten Buleleng rencananya bakal mulai dilakukan Januari 2021. Sebelum itu dilakukan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng masih akan mengkaji rencana melakukan swab test (tes usap) massal terhadap guru jenjang SD dan SMP yang ada di Buleleng.

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika, mengatakan, wacana untuk melakukan tes usap massal terhadap guru ini muncul pasca rapat bersama Gubernur Bali pada 15 Desember lalu. Hanya saja kata Astika, waktu pelaksanaan tes usa massal terhadap guru-guru di Buleleng masih belum ditentukan secara pasti.

“Memang ada rencana test swab massal untuk guru-guru SD dan SMP atas arahan Pak Gubernur. Sebelum melakukan pembelajaran tatap muka, mereka wajib diswab terlebih dahulu. Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya klaster penyebaran virus Corona,” kata Astika, Minggu (20/12/2020).

Terkait sumber pembiayaan tes usap ini, dia mengaku belum mengetahuinya. Meski begitu, jika tes usap massal ini jadi dilakukan, maka dirancang digelar secara bersamaan terhadap ribuan guru SD dan SMP di Buleleng. “Biayanya belum diputuskan sumbernya, apa dari Pemprov atau dari Pemkab Buleleng. Karena ini baru rencana sesuai arahan Pak Gubernur,” jelasnya.

Astika pun memastikan proses PTM memang akan dimulai Januari 2021. Sebagai langkah persiapan, Astika akan melakukan rapat koordinasi secara virtual dengan sekolah yang ada di Buleleng untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tatap muka. “Sekarang tergantung izin orang tua murid. Semua diserahkan kepada sekolah untuk mengajukan tatap muka tersebut. Dalam pengajuan itu, kami harus melakukan verifikasi ulang. Diawali dengan simulasi di awal Januari 2021,” ujar Astika.

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari, juga mendorong Disdikpora melakukan tes usap massal terhadap para guru di Buleleng sebelum akhirnya proses PTM berlangsung. Rani, sapaan akrabnya meminta agar Pemkab Pemkab Buleleng memaksimalkan mesin swab PCR yang ada di RSUD Buleleng.

“Peralatan PCR itu terbatas tentu sampel specimen yang diambil terbatas. Namun itu bisa disiasati dengan pelaksanaan secara bertahap, karena jumlah guru kan mencapai ribuan,” ucap politisi Demokrat asal Desa Tamblang ini.

Karena peralatan PCR itu terbatas, maka sebagai solusi yakni Pemkab Buleleng menggunakan rapid test antigen yang tingkat akurasinya sampai 90 persen. “Kami di dewan pasti mendukung, sehingga nanti pembelajaran tatap muka ini aman dilaksanakan di tengah pandemi,” pungkas Rani. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.