Jelang Ganti Tahun, Semua Diminta Patuhi SE Gubernur, Taat Prokes

Managing Director ITDC IGN Ardita
Managing Director ITDC IGN Ardita
82 Melihat

 

BADUNG, POS BALI Jelang moment pergantian tahun, pihak tennant, hotel dan vila di kawasan pariwisata Nusa Dua diminta mengikuti SE Gubernur Bali 2021/2020.  Dimana pengelola hotel dan saran penunjang di kawasan diminta tidak merayakan pesta ataupun kegiatan yang berlebihan yang berpotensi mengundang kerumunan.

Selaku pengelola kawasan pihak The Nusa Dua ITDC  juga tak menyelenggarakan event di kawasan. “Kami tidak mengadakan event atau kegiatan saat moment pergantian tahun. Tapi kalau dari hotel mungkin hanya makan malam dengan pengaturan. Kita juga sudah himbau mereka agar mematuhi SE Gubernur Bali 2021/2020. Juga taat protokol kesehatan dengan memakai masker,  cuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan,” kata  Managing Director The Nusa Dua, IGN Ardita, Selasa (29/12/2020).

Diakuinya, lahirnya SE Gubernur Bali 2021/2020 memang sempat membuat adanya penurunan booking kamar di kawasan Nusa Dua. Sebelum adanya SE itu bookingan kamar di Nusa Dua untuk libur Nataru mencapai 33 persen, kemudian setelah diterapkan SE kemudian mengalami penurunan sedikit.

Namun setelah ada koreksi SE menyangkut pemberlakuan swab dan pengecualian persyaratan swab, kondisi booking kamar kembali naik, bahkan kondisinya diatas prediksi awal yang diperkirakan pihaknya. “Secara rata-rata tingkat hunian di kawasan pada tanggal 26 Desember mencapai 37,95 persen dan pada tanggal 27 Desember mencapai 37, 24 persen. Bahkan di beberapa hotel di kawasan itu mencapai 70 persen. Tapi untuk leng of stay kita masih hitung, nanti setelah akhir tahun kita akan rekap,”ungkapnya.

Pihaknya berharap saat akhir tahun nanti realisasi hunian kamar di kawasan bisa kembali mengalami peningkatan. Dari informasi yang ia terima sampai tanggal 27 Desember kemarin, occupancy booking kamar mencapai 33,54 secar rata-rata.

Booking tersebut diakuinya untuk yang masih berjalan dan masih terus dipantau perkembangannya perminggu. Sedangkan booking kamar dari akhir tahun sampai tangal 5 Januari 2021 kondisinya masih diatas 30 persen.

Dari 19 hotel dan vila yang ada di kawasan, saat ini ada 17 hotel dan vila yang telah kembali beroperasi. Sedangkan dua lainnya Club Med dan Awarta Villa   kembali beroperasi pada triwulan pertama di tahun 2021 atau pada bulan Maret 2021.

Kendati hunian kamar tergolong relatif masih kecil, namun hal itu diakuinya bisa menjadi momentum  dalam upaya memberikan keyakinan kepada calon wisatawan, terkait penanganan wisatawan selama berlibur di Bali. Jika Bali bisa menghandle wisatawan sejumlah itu dengan baik, tentunya hal itu akan membuat kepercayaan dari luar negeri akan semakin menguat.  Ketika wisatawan internasional telah percaya pembatasan WNA masuk ke Indonesia dicabut, maka mereka tentunya akan kembali membuka pariwisata mereka.

Sebelumnya, Plt Kadis Pariwisata Badung, Cokorda Raka Darmawan juga meminta agar setiap pelaku usaha pariwisata untuk senantiasa mematuhi dan mentaati Surat Edaran Gubernur Bali No 2021 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

“Kenapa pemerintah melakukan pembatasan pada saat natal dan tahun baru, itu demi menjaga agar jangan sampai terjadi kerumunan yang memicu klaster baru penyebaran Covid-19. Jika itu terjadi, maka akan sangat bebahaya bagi pariwisata bali. Jadi kami harap hal ini bisa diikuti dengan baik dan dimaklumi, karena ini tujuannya sangat baik. Selama pandemi Covid-19 belum berakhir, kita harus tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang ada,”katanya. 023/003

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.