Jauhkan Covid-19, Umat Hindu Gelar Doa Bersama di Pura Suranadi

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, saat menghadiri acara doa bersama yang dilaksanakan di Pura Suranadi, Narmada, Lombok Barat, Rabu (18/8/2021).
268 Melihat

LOBAR, posbali.co.id – Umat Hindu di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar persembahyangan bersama di Pura Suranadi, Narmada, Lobar. Selain memohon kedamaian dunia, doa tersebut juga untuk memohon ke hadapan Ida Hyang Widhi Wasa agar menjauhkan virus Corona dari Lobar dan Indonesia secara lebih luas.

Usai doa atau persembahyangan, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, berkesempatan hadir. Sejatinya acara doa bersama sama itu dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Lobar melalui pasraman yang ada pada Rabu (18/8). Adapun tujuannya agar masing masing-masing umat lebih memahami, sadar dan taat dengan agama masing masing-masing, selain itu spritual untuk menguatkan dalam melawan Covid-19.

Dalam sambutannya Bupati Fauzan Khalid mengatakan setelah umat Islam melaksanakan doa dan khatamal Qur’an tanggal 15 Agustus lalu, giliran umat Hindu juga melaksanakan hal yang sama yakni melakukan doa bersama. “Besok giliran teman-teman umat Budha yang berpusat di Mareje, Sekotong,” ujarnya.

Bupati mengajak seluruh umat untuk menjadi bagian yang tidak larut, dan melawan dengan menyebarkan kata-kata mulia dan baik. Selain itu, ia juga bersyukur dapat bertemu dengan teman-teman umat Hindu yang selama ini Fauzan akui jarang bertemu dalam sebuah kegiatan. “Hari ini kita bisa bersilaturahmi, bisa bersimakrama dalam rangka sama-sama menyebarkan kebaikan dalam rangka menyosialisasikan, memasyarakatkan kalimat-kalimat mulia, kata-kata yang baik,” katanya.

Kata-kata yang baik, lanjutnya, kemudian diyakini sebagai firman Tuhan, maka menjadi kosakata dalam berlaku sehari-hari. Terlebih di zaman teknologi ini, lanjut Fauzan, sering mendengar, melihat, dan merasakan bahkan kadang-kadang masyarakat sering sebagai pelaku dalam menyebarkan berita tidak baik atau berita bohong.

Ia pun mencontohkan di media sosial (medsos) lebih banyak berita hoaks dan kata-kata yang tidak baik dibanding berita dan kata-kata yang baik. “Dulu masih saya kecil tidak pernah mendengar kata seperti itu, tapi sekarang banyak sekali berita bohong dan kata-kata tidak baik. Karena ucapan itu akan mempengaruhi kita dan udara termasuk pola hubungan sosial,” katanya.

Selanjutnya Fauzan berharap doa-doa yang dilaksanakan tidak hanya dilakukan secara formal, tapi dilakukan secara pribadi-pribadi. “Mudah-mudahan kita tetap dijaga dan dirahmati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya harap umat Hindu dan umat yang lain menerapkan serta menjadi contoh bagi masyarakat yang lain,” pungkasnya.

I Nengah Sumandra, S.Fil selaku Ketua PHDI Lombok Barat menyebutkan pembacaan doa lintas agama dari Lombok Barat untuk Indonesia ini diikuti oleh pasraman-pasraman yang ada di 10 kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat. “Dilaksanakan secara virtual, baik di bale banjar, pura, rumah masing masing-masing. Dan disiarkan langsung melalui channel YouTube,” cetusnya singkat. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.