JANGAN KENDOR PROKES, MELONJAK TAJAM  POSITIF COVID-19  DI KOTA DENPASAR

Penegakan prokea oleh satgas gabungan Kota Denpasar, Rabu (21/7)
Penegakan prokea oleh satgas gabungan Kota Denpasar, Rabu (21/7)
75 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kembali melonjak tajam pada Rabu (21/7) dengan angka 544 orang. Angka kesembuhan pada hari yang sama juga meningkat signifikan yakni mencapai 390 orang. Di sisi lain, kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat sebanyak 7 orang. Masyarakat selalu diingatkan untuk tidak lalai prokes, hindari kerumunan,  jaga jarak, selalu pakai masker di rumah dan aktivitas di luar rumah.

Dengan perkembangan kasus ini, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar meminta masyarakat untuk terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Taati aturan saat penerapan PPKM Level 4,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Rabu (21/7).

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kini tercatat 21.119 kasus. Angka kesembuhan pasien mencapai 17.217 orang (81,52 persen), meninggal dunia 422 orang (2,00 persen), dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 3.480 orang (16,48 persen).

Dewa Rai mengajak seluruh masyarakat tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. “Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningka. Kapan pun dan di mana pun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam upaya menekan penyebaran Covid-19, Satpol PP Kota Denpasar kembali menggencarkan operasi yustisi penegakan prokes masyarakat. Pada Rabu (21/7) pagi, kegiatan ini menyasar fasilitas publik mulai dari Lapangan Puputan Badung, Taman Janggan, dan Jalan Rijasa, Denpasar. Dari operasi tersebut, 6 orang diberikan pembinaan lantaran tidak menerapkan prokes dengan baik.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Suyoga, saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan yustisi ini dilaksanakan dengan mengecek prokes masyarakat sehingga upaya mencegah penularan Covid-19 dapat dioptimalkan di masa pannerapan PPKM Level 3. “Dengan melaksanakan razia ini diharapkan masyarakat semakin meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan penindakan ini tidak semata mengenakan denda, melainkan memberikan efek jera dan edukasi sehingga masyarakat dapat tergugah untuk disiplin dalam menerapkan prokes. Dewa Sayoga menekankan bahwa dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 diperlukan kerja sama seluruh pihak, utamanya masyarakat. “Masyarakatlah yang menjadi garda terdepan. Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan adalah kunci utama. Tetap produktif, tapi protokol kesehatan wajib,” tegasnya.

Menurut Dewa Sayoga, kesadaran masyarakat untuk menerapkan prokes khususnya memakai masker saat berkendara sudah mulai meningkat. Namun, masih ditemukan pelanggaran di lapangan. “Untuk kebaikan bersama, mari disiplin menerapkan protokol kesehatan saat bepergian dan bertemu dengan orang lain,” pungkasnya. 026/003

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.