Jangan Buat Awig-awig Rumit dan Timbulkan Kegaduhan

Bupati Suwirta melakukan pengukuhan Awig-awig Desa Adat Tribuana Sekar Sari, Awig-awig Desa Adat Sakti, dan Awig-awig Desa Adat Panca Sakti di Kecamatan Nusa Penida, Kamis (3/12/2020) di GOR Nusa Penida.
187 Melihat

KLUNGKUNG, posbali.co.id Krama (warga) desa hendaknya tidak mudah berpikir melakukan pemekaran desa jika tidak karena tututan kondisi di lapangan. Pemekaran desa yang didasari kepentingan dan ambisi segelintir orang, akan menjadikan warga adat terpecah. Dalam situasi sulit seperti sekarang ini, rasa persatuan dan kekeluargan sangat penting artinya.

Demikian sambutan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat pengukuhan Awig-awig Desa Adat Tribuana Sekar Sari, Awig-awig Desa Adat Sakti, dan Awig-awig Desa Adat Panca Sakti di Kecamatan Nusa Penida, Kamis (3/12/2020) di GOR Nusa Penida.

Kepada Majelis Desa Adat Kabupaten dan Tim Penyusun Awig-awig, dia minta supaya pembuatan awig-awig tidak rumit dan tidak terlepas dari peraturan lain yang berlaku. Awig-awig yang rumit, sebutnya, akan berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perkara di tengah masyarakat.

“Awig-awig hendaknya menjadi tempat bernaung dan berlindung krama, sehingga tercipta keamanan dan kesejahteraan,” ajak Suwirta di hadapan Camat Nusa Penida, I Komang Widyasa Putra; serta para undangan lainnya.

Awig Awig yang dikukuhkan dan kemudian di-pasupati itu, pesannya, harus disosialisasikan kepada masyarakat. “Bila perlu difotokopi dan dibagikan kepada masyarakat supaya masyarakat paham,” sebutnya. 022

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.