Jam Operasional Pasar dan Toko di Buleleng Masih Dikaji

Foto : GEDE SUYASA Gede Suyasa. Foto: rik
428 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng belum mengubah kebijakan jam operasional pasar dan toko di Kabupaten Buleleng. Kebijakan ini masih akan dikaji untuk mengikuti keputusan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terkait dengan tatanan kehidupan kenormalan baru atau yang dikenal dengan new normal.
Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan, kebijakan pembatasan jam operasional pasar dan toko masih tetap dan belum diubah. Nantinya, kebijakan jam operasional ini mengikuti skema Pemprov Bali, yang masih disiapkan dan akan berlaku pada 9 Juli mendatang.
‘’Kami khusus di Buleleng masih akan mengkaji dulu skema tersebut. Kami juga akan susun draf final pengaturan jam operasional pasar dan toko atau protokol yang belum dijalankan. Sedang dievaluasi sampai dengan tanggal 9 Juli nanti,’’ kata Suyasa, Minggu (5/7).
Kendati data pasien Covid-19 di Provinsi Bali menunjukkan adanya peningkatan, namun khusus di Buleleng termasuk kategori stabil dan jumlah terkonfirmasi yang tidak signifikan. Bahkan persentase kesembuhannya kini sudah mencapai 91 persen. Pasien yang sedang dirawat di Buleleng adalah yang paling sedikit di Provinsi Bali.
Suyasa menjelaskan, jika nanti terjadi hal terburuk, maka Buleleng akan mengikuti apa yang disiapkan Pemprov Bali. ‘’Pemprov Bali telah menyiapkan skema terburuk dan skema itu diikuti seluruh kabupaten. Saat ini Buleleng sedang menyiapkan seluruhnya, baik itu pencegahan penyebaran atau tatanan hidup baru termasuk penerapan protokol kesehatan secara ketat,’’ ucap Suyasa.
Disisi lain Suyasa juga menegaskan, terkait insentif bagi tenaga medis saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemkab Buleleng mengikuti segala keputusan yang diambil nantinya. ‘’Keputusan itu terkait pengaturan kewenangan kuota pembiayaan insentif bagi tenaga medis oleh pemerintah pusat dan Pemkab Buleleng,’’ pungkas Suyasa.
Sementara perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, saat ini secara kumulatif jumlah PDP positif ada 99 orang, dinyatakan sembuh sebanyak 90 orang, masih dalam perawatan 8 orang dan dirujuk ke Denpasar terdapat 1 orang. Jumlah PDP negatif sebanyak 23 orang, terkonfirmasi ada 7 orang dan masih dirawat sebanyak 1 orang.
Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 123 orang, selesai masa pantau ada 113 orang dan terkonfirmasi 10 orang. Selanjutnya jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 1.952 orang, selesai masa pantau 1.713 orang, karantina mandiri ada 154 orang, dirawat di RS Pratama Giri Emas ada 3 orang, dan terkonfirmasi sebanyak 82 orang. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.