Jalan Subak Jangan Sampai Beralih Fungsi

I Made Urip saat meresmikan Jalan Usaha Tani Subak Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, ditandai pelepasan seekor burung hantu, Rabu (25/11).
128 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Jalan subak untuk kelancaran kegiatan subak, dan jangan sampai beralih fungsi. Hal itu ditegaskan anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip, saat meresmikan Jalan Usaha Tani Subak Bengkel, di Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (25/11). Urip mengakui kemampuan petani di Desa Bengkel sangat baik.

Untuk itu, dia pun berharap agar generasi milenial mau terjun sebagai petani, dan mampu meningkatkan produktivitas. “Mudah-mudahan situasi saat ini bisa pulih kembali, dan ketahanan pangan yang ada di Bali masih bisa diandalkan,” ujarnya.

Sementara dalam acara dialog di Balai Subak Bengkel itu, juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Kementerian Pertanian RI di Subak Bengkel. Turut hadir Erna dari Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Pertanian Hortikultura Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana, Camat Kediri I Made Murdika,

Perbekel Desa Bengkel I Nyoman Wahyu Bimantara, Perbekel Desa Pangkung Tibah Ketut Subawa, Pekaseh dan Prajuru Subak Bengkel sekitar 30 orang, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Jatayu Desa Bengkel. Kegiatan tersebut diawali dengan peresmian jalan subak dan pelepasan burung hantu (titoalba) oleh I Made Urip.

Dilanjutkan dengan pemutaran video pembangunan Jalan Usaha Tani Subak Bengkel. Perbekel Desa Bengkel, I Nyoman Wahyu Bimantara, menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Terkait burung hantu, akan dipelihara dan dijaga kelestariannya, untuk upaya pengendalian hama tikus. “Bantuan ini jadi prioritas dan membangkitkan generasi muda ikut bertani secara modern,” ujarnya.

Sementara Erna dari Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, menyebut Desa Bengkel adalah sebuah model, untuk meningkatkan hasil pertanian. “Mudah-mudahan berhasil. Dengan motivasi dan semangat, dengan konsep ramah lingkungan, dan apa yang dimiliki dapat bersaing dalam kualitas yang baik,” harapnya.

Urip pun mengapresiasi para petani, yang ketika dalam situasi pandemi ini banyak sektor yang tutup, namun hanya sektor usaha tani yang bisa bergerak. “Hendaknya lahan yang 300 hektar di Subak Bengkel ini tetap dipertahankan,” ujar Urip.

Usai dialog, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada pengurus subak. Antara lain berupa satu unit sepeda motor roda tiga, 50 buah keranjang, 20 unit terpal, dan 18 buah ember. Selain itu, juga satu unit pengolahan bawang merah, bantuan program pekarangan pangan lestari (P2L) senilai Rp50 juta, satu unit zultifator, dan satu unit pompa air 6 inci. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.