Jadikan Yudisium Arena Adu Gagasan Ilmiah

690 Melihat


 

DENPASAR, posbali.co.id – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) tidak ingin merayakan upacara pelepasan calon wisudawan (yudisium) hanya sebagai ajang seremonial. Justru, momentum itu digunakan sebagai ajang “mengadu” gagasan ilmiah para sarjana dari lintas prodi dan program.

Upaya tersebut diwujudkan dalam Seminar Alumni yang digelar sehari sebelum upacara Pelepasan Calon Wisudawan ke-132 FIB Unud di Auditorium Widyasabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, FIB Unud, Denpasar, Rabu (7/8).

“Kita tidak ingin memaknai yudisium hanya sebagai stempel kemeriahan, bukan sekadar formalitas. Kami ingin menjadikan ini sebagai momentum mengembangkan atmosfer akademis, agar bermakna strategis sebagai pertemuan terakhir mahasiswa FIB dari lintas prodi dan program (sarjana, magister, doktor),” kata Wakil Dekan I FIB Unud, Prof. Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum.

Pihaknya menjelaskan, seorang sarjana yang telah diwisuda hendaknya dapat memetik hikmah dan manfaat dari setiap perjalanan akademiknya. Seorang sarjana juga dituntut harus memiliki inovasi dan kreativitas untuk dapat bersaing di era milenial.

“Tamatan FIB Unud sebenarnya bisa banyak berbuat untuk masyarakat , terlebih di Bali yang selama ini mengunggulkan pariwisata budaya. Di sini penggelur ilmu budaya dapat berkompetisi, namun memang perlu lebih inovatif dan kreativitas. Dan, kita menyadari saat ini hilirisasi kita memang masih kurang, sehingga perlu memikirkan hal-hal yang dapat menjadikan keluaran kita sesuai dengan kebutuhan zaman,” jelasnya sembari berharap para lulusan dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Seminar diikuti 83 orang sarjana dari tiga jenjang program pendidikan, yakni jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3) yang ada di lingkungan FIB Unud. Sebagai penyaji mewakili program doktor adalah Dr. I Gede Astawa, S.Pd., M.Hum (Program Doktor Linguistik), sedangkan mewakili program magister diwakili oleh Novita Mulyana, S.S., M.Hum (Program Magister Linguistik). Di jenjang sarjana, program S1 bahasa diwakili Intan Peonnyta Oktaviani Putri, S.S. (Prodi Sastra Indonesia), sementara program S1 non-bahasa diwakili I Made Suparma Netra, S.S. (Prodi Arkeologi).

Pemateri pertama menyajikan materi berjudul “Representasi Evaluasi Teks Awig-awig Desa Adat Tenganan Pegringsingan: Kajian Ekolinguistik Kritis Berbasis Ekosofi Tri Hita Karana”, sedangkan Anna Mulyana menyajikan makalah berjudul “Strategi Kesantunan Berbahasa dalam Teks Anekdot Siswa Kelas X SMK TI Bali Global Jimbaran”. Kedua kajian yang bersumber dari desertasi dan tesis ini diperkaya dengan makalah berjudul “Konservasi Koleksi Lukisan Museum Le Mayeur” karya Suparma Netra, serta makalah berjudul “Proses Pembentukan Kata dalam Kumpulan Cerpen Cinta Paling Rumit Karya Boy Candra” tulisan Intan Peonnyta.

Pada Yudisium ke-132, FIB Unud akan melepas 3 orang Doktor Linguistik, 4 orang Magister Linguistik, 3 orang Magister Kajian Budaya, 9 orang Sarjana Sastra Indonesia, 8 orang Sarjana Sastra Bali, 39 orang Sarjana Sastra Inggris, 3 orang Sarjana Arkeologi, 2 orang Sarjana Sejarah, 3 orang Sarjana Antropologi, dan 9 orang Sarjana Sastra Jepang. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.