Jadi Objek Wisata, Jembatan Gantung Peninggalan Belanda Dibersihkan

178 Melihat
Foto : Aksi bersih bersih di Jembatan Gantung Kebon Ayu beberapa waktu lalu

LOBAR, POSBALI.CO.IDAksi “Berwisata Sambil Bersih-Bersih Kawasan Wisata” Dinas Pariwisata Kabupaten Lobar menyasar Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung. Kegiatan dipusatkan di area Jembatan Gantung yang merupakan peninggalan sejarah masa kolonial Belanda.

Jembatan Gantung peninggalan Kolonial Belanda.

Lokasi ini sengaja dipilih karena ingin lebih mengenalkan Desa Kebon Ayu secara umum dan khususnya Jembatan Gantung sebagai daya tarik destinasi wisata di lobar.

Hal tersebut sangat beralasan, karena Desa Kebon Ayu memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari potensi alamnya kemudian potensi di bidang ekraf, atraksi budaya sebagainya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lobar Saepul Akhkam mengatakan, secara sosiologi, masyarakat Desa Kebon Ayu sudah terbentuk ekosistem ekonomi kreatif. Desa ini sangat potensial di bidang fashion berupa tenun. Desa ini juga memilliki padepokan Peresean, dan seni musik gamelan.

Selain itu desa Kebon Ayu sudah memiliki event tahunan berupa Roah Gumi dan Maulidan yang dikemas secara unik. “Di samping itu, kami berkeinginan menjadikan warisan sejarah Jembatan Gantung menjadi daya tarik sebagai sebuah destinasi wisata,” ungkap Akhkam dalam sebuah kesempatan.

Akhkam mengakui bahwa Desa Kebon Ayu belum termasuk dalam 57 Desa Wisata oleh Pemkab Lobar, dan belum termasuk 3 Desa Wisata oleh Provinsi NTB. Namun Akhkam berjanji pihaknya akan melakukan pembaharuan atau konsolidasi ulang desa wisata. “Kita berharap desa wisata di Lombok Barat terbentuk sebanyak 119 desa sesuai potensi alamiah dan cultural yang dimiliki. Tentu ini dengan inisiatif-inisiatif sendiri dari desa,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsah menjelaskan tentang potensi warisan sejarah Jembatan ini. Dari pengakuan pelaku sejarah, katanya, Jembatan Gantung sudah ada sejak tahun 1932. Jembatan yang terbuat dari besi ini memiliki  panjang 116 meter dan lebar 4 meter. Jembatan ini menjadi penghubung wilayah-wilayah terpencil antara Nyiur Lembang yang masuk kawasan Kecamatan Lembar dengan Desa Kebon Ayu dan Dusun Kebon Jurang Desa Mesanggok yang masuk Kawasan Kecamatan Gerung.

Jembatan ini juga didesain sebagai penyalur air. Itu dapat dilihat pada bagian bawah badan jembatan terdapat air mengalir menuju irigasi pertanian masyarakat.

“Selain potensi budaya dan tenun ikat, Desa Kebon Ayu juga memiliki potensi alam khususnya pertanian. Insya Allah kedepan akan kita kembangkan menjadi agrowisata tani. Mudah-mudahan di bulan Agustus ini kita akan mulai dengan konsep green house golden melon dengan metode hidroponik,” terang Jumarsa.

Melihat potensi Sungai Dodokan yang cukup luas, kata Jumarsah, pihaknya kini tengah mengembangkan wahana air dengan menyediakan beberapa “perahu bebek” dengan tarif Rp. 10.000,-/jam. “Ini menjadi daya tarik tersendiri minimal untuk wisatawan lokal. Apalagi di atasnya ada jembatan bersejarah,” katanya. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.